Puncak El Nino Godzilla Picu Kemarau Panjang di Indonesia, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla kini tengah melanda wilayah Indonesia. Siklus pemanasan suhu muka laut super kuat di Samudra Pasifik ini telah memicu kemarau berkepanjangan, cuaca panas terik, serta penurunan drastis curah hujan di berbagai penjuru nusantara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa bulan Agustus hingga September ini merupakan puncak dari fenomena tersebut, yang berdampak langsung pada krisis air bersih dan ancaman kebakaran hutan. Agenda Istana dan Langkah Pemprov DKI
Kondisi cuaca yang kian ekstrem telah menjadi perhatian serius di tingkat pusat. Presiden Prabowo Subianto telah memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas mitigasi musim kemarau dan antisipasi kebakaran hutan atau lahan (Karhutla).

Di tingkat daerah, DKI Jakarta mulai merasakan dampak kekeringan setelah tiga pekan tanpa hujan. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan BMKG dalam melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.

"Pemerintah DKI Jakarta melalui BPBD sudah melakukan persiapan. Jika biasanya kita mengatur hujan agar tidak turun, kali ini jika diperlukan, kami akan mengatur agar hujan turun karena sudah hampir tiga minggu tidak ada hujan di beberapa tempat," kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dikutip dari tayangan Metro This Week, Metro TV, Minggu, 2 Agustus 2026. Krisis Air Bersih di Banten
Dampak kekeringan paling nyata terlihat di wilayah Banten. Di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 11 kecamatan dilaporkan mengalami krisis air bersih. Warga harus antre panjang membawa jerigen dan ember demi mendapatkan bantuan air dari BPBD setempat. Sejauh ini, 174.000 liter air telah didistribusikan kepada sekitar 9.000 kepala keluarga.

Kondisi serupa terjadi di Kota Cilegon. Antusiasme warga yang tinggi untuk mendapatkan air bersih terkadang memicu kericuhan saat pembagian bantuan air dari pemerintah kota.
 

Baca Juga :

BMKG Minta Waspadai El Nino Kuat dan Puncak Kemarau
  Strategi BMKG dan Modifikasi Cuaca
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa saat ini El Nino telah masuk ke level kuat (Super El Nino). BMKG memfokuskan antisipasi pada dua hal utama: kekeringan dan kebakaran lahan.

"Kami melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB dan Kementerian Kehutanan untuk mengisi 240 waduk di Indonesia agar bisa difungsikan untuk PLTA, irigasi, dan kebutuhan air bersih," jelas Teuku Faisal.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga digencarkan di enam provinsi rawan Karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, guna menjaga kelembapan tanah gambut agar tidak mudah terbakar. Prediksi Hingga 2027
Hingga pertengahan Juli 2026, status El Nino masih berada dalam kategori kuat. Lebih dari 72 persen wilayah zona musim di Indonesia telah sepenuhnya masuk musim kemarau.

Kondisi kering dan suhu panas menyengat ini diprediksi akan bertahan melintasi akhir tahun hingga awal 2027. BMKG memperkirakan periode aktif fenomena El Nino di Indonesia baru akan berakhir pada Mei tahun depan. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam penggunaan air bersih dan waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Vs Persija, Persebaya Vs Arema FC
• 6 jam lalu
0
thumb
Jadi Gaya Hidup, Pelari AS Rela Rogoh Puluhan Juta demi Outfit Premium
• 20 jam lalu
0
thumb
Videonya Viral, Sarwendah Ungkap Alasan Dirinya Ngamuk pada Ruben Onsu
• 17 jam lalu
0
thumb
Virus Berbahaya Serang Pengguna iPhone, Begini Cara Hentikannya
• 22 jam lalu
0
thumb
236 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cocokkan Manifes KMP Mutiara Sentosa II
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.