Menlu Jerman Desak Uni Eropa Perkuat Perlindungan Perbatasan Usai Gelombang Migran Masuk ke Ceuta

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Komisi Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa setelah gelombang migran memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta.

Jerman Soroti Pentingnya Perlindungan Perbatasan

Johann Wadephul menyampaikan negara-negara Eropa membutuhkan mitra eksternal, termasuk Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, sebagaimana dilaporkan surat kabar Jerman Bild pada Minggu.

Menurut laporan tersebut, Eropa dinilai berhasil menghindari krisis migrasi besar, meski situasi di lapangan masih tergolong tegang.

Gelombang Migran Picu Pengerahan Aparat

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar dari Maroko.

Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengungkapkan, "Sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari."

Masuknya migran dalam jumlah besar memicu kerusuhan sehingga otoritas mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer untuk mengendalikan situasi.

Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol di pesisir utara Afrika yang berbatasan langsung dengan Maroko.

Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika serta dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Uni Eropa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Update Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Basarnas: 232 Orang Berhasil Dievakuasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Perkuat Peran Perempuan dalam Kebijakan Publik, Akademi Perempuan NasDem Gelar Pelatihan di Jateng
• 20 jam lalu
0
thumb
Kapan Sebenarnya Ruben Onsu dan Sarwendah Cerai? Konfliknya Memanas Terus!
• 2 jam lalu
0
thumb
Vietnam siap hadapi tekanan suporter Indonesia di Pakansari
• 13 jam lalu
0
thumb
5 HP Murah yang Cocok untuk UMKM, Baterai Awet dan Performa Stabil untuk Mendukung Jualan Seharian
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.