PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan mengintegrasikan PT Bakrie Autoparts ke dalam rantai bisnis perseroan.
Langkah tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekaligus memperluas sumber pendapatan di tengah pertumbuhan industri kendaraan listrik.
Dalam rencana manajemen yang tercantum pada laporan keuangan semester I-2026, VKTR juga menargetkan peningkatan margin kotor sebesar 15%-20%, peningkatan utilisasi kapasitas produksi minimal 5%, serta perluasan basis pelanggan ke segmen armada komersial swasta.
"Perseroan juga akan mengintegrasikan PT Bakrie Autoparts (BA) ke dalam operasi kendaraan listrik Grup untuk menciptakan aliran pendapatan baru," tulis manajemen dalam keterbukaan.
Selain integrasi Bakrie Autoparts, perseroan akan memperdalam kemampuan lokalisasi melalui pengembangan fasilitas completely knocked down (CKD) serta membangun ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan layanan Mobility-as-a-Service (MaaS).
Strategi tersebut diharapkan memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi ekspansi tersebut dijalankan di tengah perbaikan kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, VKTR membukukan penjualan sebesar Rp646,62 miliar atau naik 56,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: PLN Rampungkan GI 150 kV Pabuaran, Perkuat Pasokan Listrik Subang Smartpolitan dan Industri Kendaraan Listrik
Baca Juga: Prabowo Bocorkan Indonesia Segera Luncurkan Kendaraan Listrik Nasional
Pertumbuhan itu mendorong laba usaha melonjak menjadi Rp16,03 miliar dari Rp807 juta pada semester I-2025, sedangkan laba bersih meningkat menjadi Rp10,08 miliar.
Manajemen menilai penguatan rantai pasok, peningkatan kandungan lokal, serta integrasi bisnis komponen akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di sektor kendaraan listrik.






Komentar (0)