PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) mencetak rugi bersih sebesar Rp8,83 miliar sepanjang Januari-Juni 2026.
IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) mencetak rugi bersih sebesar Rp8,83 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Kondisi ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan laba Rp5,3 miliar.
Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit (unaudited) dikutip Minggu (2/8/2026), kerugian yang dialami Proline akibat anjloknya pendapatan perseroan hingga 52 persen dari Rp28,5 miliar.
Segmen kimia klinik yang menjadi tulang punggung pendapatan Proline turun 74 persen dari Rp24,2 miliar menjadi Rp6,3 miliar. Segmen hematologi juga turun 20 persen menjadi Rp1,3 miliar.
Adapun segmen instrumen naik 172 persen menjadi Rp5,8 miliar. Kenaikan ini membuat segmen instrumen menggeser hematologi sebagai pendapatan terbesar kedua perseroan, mencerminkan pergeseran strategi mengingat segmen instrumen mempunyai margin lebih baik.
Meski begitu, pendapatan yang turun tajam menekan kinerja Proline secara keseluruhan. Laba kotor 76 persen menjadi Rp4,5 miliar.
Dengan beban usaha yang mencapai Rp12,5 miliar, Proline membukukan rugi operasional Rp7,65 miliar. Kondisi tersebut semakin diperberat dengan beban keuangan yang mencapai Rp1,3 miliar.
Dari laporan arus kas, Proline juga masih mencatat arus kas dari aktivitas operasi negatif sebesar Rp13,8 miliar. Penerimaan dari pelanggan yang turun dan pembayaran kepada pihak ketiga membuat arus kas minus.
Dengan pelemahan kinerja tersebut, kas dan setara kas tersisa Rp1,7 miliar pada akhir Juni 2026, turun dari Rp10,8 miliar pada akhir 2025. Piutang relatif stabil di kisaran Rp3,5 miliar dengan angka persediaan Rp28,9 miliar.
Sementara itu, aset Proline tercatat sebesar Rp186 miliar dengan liabilitas Rp112 miliar dan ekuitas Rp74 miliar.
Proline yang merupakan anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) baru saja IPO pada 9 Juli 2026. Harga sahamnya saat ini berada di level Rp272 per saham, di atas harga IPO yang ditetapkan sebesar Rp120 per saham.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)