Drumer Masih SD! LOCKER Band Bukti Ruang Ekspresi Siswa Itu Penting

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Membawa semangat bahwa usia muda bukanlah halangan untuk bermimpi besar. Memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebuah kelompok musik remaja bernama LOCKER Band resmi memperkenalkan diri ke publik pada Minggu, 2 Agustus 2026.
 
Tampil penuh percaya diri di hadapan puluhan awak media, lima remaja ini sukses membuktikan bahwa bakat luar biasa bisa tumbuh sejak dini jika diberikan ruang berekspresi yang tepat. Fenomena Drumer Kelas 6 SD Dari seluruh personel, yang menjadi sorotan dari penampilan debut ini adalah penjaga ketukan, Symphony. Di usianya yang masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD), ia mampu menggebuk drum dengan ritme yang presisi, bertenaga, dan memiliki gestur panggung yang sangat matang layaknya musisi dewasa.
 
Kehadiran Symphony melengkapi formasi LOCKER yang mayoritas personelnya masih berstatus siswa kelas X dan XI SMA. Perbedaan rentang usia yang cukup jauh ini nyatanya sama sekali tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk tampil solid dan kompak di atas panggung. Berawal dari Proses 'Jodoh-Jodohan' Terbentuk pada Mei 2026, lahirnya LOCKER justru berawal dari proses yang sama sekali tidak direncanakan. Band ini adalah hasil fusi dari dua kelompok musik remaja yang awalnya berjalan sendiri-sendiri dengan formasi yang pincang.

Vokalis LOCKER, Regitha (Egy), menceritakan bahwa ia dan Namira (keyboard) awalnya sedang mencari gitaris, bassist, dan drummer. Di sudut lain, Adriel (gitar) dan Mikail (bass) yang saling kenal saat sedang memilih instrumen di toko musik juga tengah dipusingkan mencari vokalis dan keyboardis. Pertemuan dua kubu ini akhirnya difasilitasi oleh mentor sekaligus produser mereka.
 
"Awalnya kami mencoba bermain bersama terlebih dahulu. Ternyata kami cocok. Setelah itu kami mulai rutin jamming dan berdiskusi tentang apa yang ingin kami capai. Kami akhirnya sadar memiliki visi yang sama, yaitu membangun sebuah band," ujar Egy. Filosofi Nama dan Warna 'Pop Creative' Kini, formasi Regitha, Namira, Adrielle, Mikail, dan Symphony telah melebur menjadi satu nama: LOCKER. Nama ini bukan sekadar pajangan, melainkan menyimpan filosofi mendalam.
 
"LOCKER adalah ruang untuk kembali beraksi. Tempat menyimpan ide, gagasan, dan performa. Kami juga punya sebutan untuk para penggemar, yaitu Keys. Hanya mereka yang mengikuti dan memahami karya-karya kami yang dapat membuka LOCKER dan mengetahui kejutan berikutnya," kata Namira.
 
Keberagaman latar belakang personel justru menjadi senjata utama band yang berada di bawah naungan AZ Production ini. Pembina sekaligus produser LOCKER, Harry Toledo, melihat potensi besar dari benturan selera musik anak-anak asuhnya.
 
"LOCKER terbentuk dari personel yang memiliki latar belakang genre berbeda. Ada yang menyukai rock, metal, pop, jazz hingga K-Pop. Perbedaan itu justru membuat mereka bisa menciptakan warna musik yang kaya. Karena itu kami mengembangkan identitas mereka sebagai pop creative," ujarnya.
 
Tidak sekadar cover lagu, dalam waktu dekat LOCKER siap melepas dua karya orisinal bertajuk "Trapped" dan "Are U Still Here". Liriknya pun ditulis langsung oleh sang vokalis, menandakan tingginya kreativitas orisinal dari para personel.
 
Menandai debutnya di bulan Agustus untuk menyambut semangat HAN 2026 dan Bulan Kemerdekaan, LOCKER punya target yang tak main-main. Dalam lima tahun ke depan, mereka bertekad menembus batas negara dan membawa karya anak bangsa ke pasar internasional. Sebuah bukti nyata bahwa kreativitas remaja Indonesia selalu punya ruang untuk mendunia!
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru, Sita Dokumen TPPU
• 5 jam lalu
0
thumb
Gerai Tiramisusu GO! hadir 24 jam di Rest Area KM 97 Tol Cipularang
• 3 jam lalu
0
thumb
Wisatawan Tewas Terjatuh Saat Selfie di Pantai Semeti, Tim SAR Evakuasi Empat Korban di Lombok Tengah
• 49 menit lalu
0
thumb
Basarnas Evakuasi 232 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, 5 Meninggal
• 2 jam lalu
0
thumb
Puncak Musim Panen Tekan Harga Pangan, Inflasi Juli 2026 Diprediksi Melandai
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.