PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan pertumbuhan penjualan 56,2% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp646,62 miliar pada semester I-2026 dari Rp414,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan pendapatan tersebut mendorong laba usaha perseroan melonjak hampir 20 kali lipat menjadi Rp16,03 miliar dibandingkan Rp807 juta pada semester I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bruto VKTR meningkat 42,1% menjadi Rp112,45 miliar dari Rp79,13 miliar pada semester I-2025.
Di saat yang sama, margin operasi membaik seiring pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi dibanding kenaikan beban operasional.
Meski demikian, kenaikan beban keuangan menjadi Rp11,88 miliar dari Rp5,45 miliar pada tahun sebelumnya membuat pertumbuhan laba sebelum pajak tidak setinggi laba operasional.
Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp11,19 miliar, naik dari Rp4,33 miliar pada semester I-2025.
VKTR akhirnya mencatat laba bersih sebesar Rp10,08 miliar pada semester I-2026 atau meningkat sekitar 25,2% dibandingkan laba bersih Rp8,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset VKTR tumbuh menjadi Rp1,85 triliun hingga 30 Juni 2026, dibandingkan Rp1,80 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas juga meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,25 triliun pada akhir tahun lalu.
Baca Juga: PLN Rampungkan GI 150 kV Pabuaran, Perkuat Pasokan Listrik Subang Smartpolitan dan Industri Kendaraan Listrik
Baca Juga: PLN Siap Serap Listrik PLTSa Legok Nangka 20 Tahun
Di tengah perbaikan kinerja, manajemen menyatakan tetap fokus mempercepat profitabilitas melalui peningkatan efisiensi operasional.
Perseroan menargetkan kenaikan margin kotor sebesar 15%-20% dan peningkatan utilisasi kapasitas produksi minimal 5% pada 2026. VKTR juga akan memperluas pasar kendaraan listrik ke segmen armada komersial swasta, memperdalam tingkat kandungan lokal (Completely Knocked Down/CKD), mengintegrasikan PT Bakrie Autoparts ke bisnis kendaraan listrik, serta mengembangkan layanan Mobility-as-a-Service (MaaS).






Komentar (0)