REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menilai laporan media-media yang menyebut telah tercapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai berita palsu. Teheran menegaskan tidak ada perubahan kebijakan terkait jalur laut strategis di Teluk Persia itu.
Beberapa media mengutip jurnalis Israel, Barak Ravid, mengeklaim bahwa Iran telah menerima proposal di mana kapal-kapal akan masuk ke Teluk Persia melalui perairan Iran dan keluar melalui wilayah Oman. Fars News, mengutip seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi nuklir Iran membantah klaim itu dengan mengatakan, "Republika Islam Iran tidak mencapai kesepakatan apapun untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan laporan-laporan terkait itu adalah palsu."
Baca Juga
Membaca Eskalasi AS-Iran di Selat Hormuz, Apa Dampaknya untuk RI?
Lewat Konferensi, AS dan Inggris akan Galang Dukungan Internasional Amankan Selat Hormuz
IMO Tolak Usulan AS dan Iran Kenakan Tarif bagi Kapal di Selat Hormuz
Menurut laporan Fars News, seorang pejabat militer Iran juga membantah klaim Barak Ravid. "Selama aksi permusuhan dan kejahatan oleh Amerika Serikat berlanjut, Selat Hormuz akan tetap ditutup," kata sumber militer itu.
"Lalu lintas hanya akan dimungkinkan melalui rute yang ditetapkan, di dalam koordinasi dengan Angkatan Laut IRGC dan setelah mendapatkan izin transit di Selat Hormuz. Sebaliknya, rute lain tidak aman, dan kapal-kapal yang menggunakannya tentunya akan mengalami insiden."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sumber militer itu juga menegaskan bahwa laporan yang mengeklaim Iran telah menyetujui rencana pembukaan Selat Hormuz adalah 'tanpa dasar' dan tidak ada keputusan atau perubahan kebijakan yang telah dibuat terkait Selat Hormuz.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)