IKI Naik ke 53,10, Manufaktur RI Bangkit Ditopang MBG dan Program 3 Juta Rumah

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Setelah sempat tertekan dari sisi produksi dan permintaan pada bulan sebelumnya, aktivitas industri kembali menguat, didorong meningkatnya permintaan domestik serta mulai bergulirnya berbagai program strategis pemerintah. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level 53,10, naik 0,20 poin dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 52,90. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi.

Dari total 23 subsektor industri pengolahan nonmigas yang dipantau, sebanyak 22 subsektor berada pada fase ekspansi dengan kontribusi mencapai 98,6 persen terhadap PDB nonmigas.

“Industri dalam negeri kembali menunjukkan resiliensinya menghadapi berbagai tekanan pada sisi produksi ataupun demand pada pasar domestik dan global yang ditunjukkan oleh kenaikan IKI sebesar 0,20 dari 52,90 pada bulan Juni menjadi 53,10 bulan Juli 2026. Hal ini mencerminkan ketahanan sektor industri di tengah berbagai tantangan global sekaligus menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).

Kenaikan aktivitas manufaktur terutama ditopang membaiknya permintaan domestik. Komponen permintaan baru naik 0,45 poin menjadi 53,80, didorong meningkatnya kebutuhan produk manufaktur di dalam negeri, konsumsi rumah tangga menjelang tahun ajaran baru, hingga belanja pemerintah melalui sejumlah program prioritas.

Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, transformasi B30 menjadi B50, serta pembangunan 3 juta rumah subsidi disebut menjadi motor utama peningkatan permintaan industri.

“Kenaikan aktivitas manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 terutama ditopang oleh kenaikan dari sisi permintaan domestik, terutama mulai jalannya program pemerintah seperti MBG, kelanjutan pembangunan koperasi merah putih, B50, kampung nelayan, serta program tiga juta rumah subsidi,” kata Febri.

Selain konsumsi domestik, investasi juga menjadi pendorong utama. Kemenperin mencatat sepanjang semester I 2026 terdapat 152 industri baru yang mulai beroperasi di Indonesia dengan total investasi mencapai Rp157,6 triliun.

Investasi tersebut turut menciptakan 56.347 lapangan kerja baru di sektor produksi, memperkuat kapasitas industri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi produksi, aktivitas manufaktur juga menunjukkan perbaikan. Variabel produksi naik 0,27 poin, dari 54,28 pada Juni menjadi 54,55 pada Juli.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Festival Gir Sereng Kota Probolinggo melestarikan budaya dan ekonomi
• 18 menit lalu
0
thumb
Vietnam Tegaskan Siap Hadapi Tekanan Suporter Indonesia pada Laga Piala AFF 2026 di Pakansari
• 8 menit lalu
0
thumb
Momen Spesial Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Ajak Fans Peragakan Adegan Romantis Drama Devil Sister
• 12 jam lalu
0
thumb
KKP bantu pelaku usaha perikanan terdampak bencana di Sumbar
• 21 jam lalu
0
thumb
Peringatan Dini Kekeringan Jawa Barat Awal Agustus 2026, BMKG: 13 Daerah Berstatus Awas
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.