Kepala BGN Ungkap Insiden MBG di SMKN 6 Semarang, SPPG Karangturi Langsung Disanksi

rctiplus.com
14 jam lalu
Cover Berita
Kepala BGN Ungkap Insiden MBG di SMKN 6 Semarang, SPPG Karangturi Langsung DisanksiNasional | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:08Dengarkan Berita

SEMARANG, iNews.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan, telah menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara (suspend) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang melayani para penerima manfaat tersebut. Sanksi tegas diberikan menyusul insiden yang dialami 700 siswa SMKN 6 Semarang. 

"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono usai menjenguk ratusan korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026). 

Kunjungan ini dilakukan guna memantau langsung proses penanganan medis bagi para siswa dan guru.

Dalam peninjauannya, Sudaryono mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan yang merawat para korban, di antaranya RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, hingga RS Pantiwilasa Citarum.707 Siswa dan Guru Jadi Korban

Baca Juga:KPK Tahan Bos MSA Tersangka Suap Audit BPK di Muara Enim

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, tercatat sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7/2026). Jumlah korban terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang.

Para korban umumnya mengeluhkan gejala klinis serupa seperti pusing, mual, hingga muntah-muntah beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Sebagian korban terpaksa harus menjalani rawat inap, sementara lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.

"Tim investigasi saat ini masih terus bekerja untuk mendalami kasus ini secara mendalam. Kami ingin memastikan penyebab pastinya berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang komprehensif," ujar Sudaryono.

#jateng

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendagri Koordinasikan Pemda untuk Siapkan Lokasi Sekolah Rakyat
• 16 jam lalu
0
thumb
Salju Longsor di Broad Peak Tewaskan 10 Orang, Termasuk Pendaki Ternama Nirmal Puja
• 21 jam lalu
0
thumb
Cerita Toriq, Anak Petani asal Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN
• 13 jam lalu
0
thumb
Jadwal Siaran Langsung Semifinal Piala Presiden 2026: Persija Vs Persib, Tonton di Indosiar
• 13 jam lalu
0
thumb
Fabrizio Romano Bongkar Sikap Tegas AC Milan, Rafael Leao Tak Akan Dilepas jika Kurang dari Rp900 Miliar
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.