Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Dievakuasi Bertambah, Puluhan Orang Masih Hilang

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO, KOMPAS - Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar – Surabaya di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu pagi (2/8/2026), membutuhkan langkah penanganan darurat yang cepat dan terstruktur. Hingga pukul 17.00 WIB, jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat maupun meninggal terus bertambah.

Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, jumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar – Surabaya yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang. Rinciannya, korban selamat 227 orang dan korban tewas 5 orang.

Jumlah korban yang berhasil dievakuasi itu meningkat dibandingkan data pada pukul 15.15 WIB, yaitu sebanyak 222 orang dengan rincian 218 korban selamat dan 4 tewas. Bertambahnya jumlah penumpang yang bisa dievakuasi itu seiring dengan semakin banyaknya kapal-kapal yang memberikan pertolongan.

Sebelumnya, hanya enam kapal yang memberikan pertolongan kepada penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar. Namun, hingga Minghu ini sudah ada 9 kapal yang terlibat dalam proses evakuasi. Kapal-kapal tersebut adalah Kapal Meratus Pematang Siantar yang membawa korban selamat 109 orang, korban tewas 2 orang. Selain itu, Tugboat (TB) Hasnur 26 yang membawa korban selamat 65 orang dan korban tewas satu orang.

Baca Juga218 Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Selamat, 4 Meninggal, Puluhan Hilang

Selain itu, Kapal Transco Arafura yang membawa korban selamat 17 orang serta Kapal Meratus project 3 yang membawa korban selamat 13 orang dan 1 orang tewas. Bantuan juga dilakukan Kapal Prakarsa Mas yang membawa korban selamat 7 orang.

Kapal SC Aila XVII yang membawa korban selamat 7 orang, Kapal Icon Daniel membawa korban tewas satu orang, Kapal Selaras Mas ?ebawa korban selamat 7 orang, serta Kapal British Mentor yang membawa korban selamat 2 orang.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, para penumpang kapal yang berhasil dievakuasi saat ini masih berada di kapal penyelamat masing-masing. Beberapa rumah sakit di Surabaya dan Sumenep disiapkan untuk menangani korban.

Diberitakan sebelumnya KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar terbakar saat berlayar di perairan utara Pulau Madura. Berdasarkan laporan dari lapangan, kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Sumenep.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Hingga Minggu petang, diperkirakan masih ada puluhan penumpang yang hilang.

Baca JugaKMP Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Utara Madura, Ratusan Penumpang Lompat ke Laut

Sementara itu, Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, langkah cepat pertama ialah tanggap darurat dan koordinasi dalam upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap penumpang dan seluruh kru kapal.

Adapun upayanya, antara lain, pengerahan kapal patroli dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk membantu pemadaman api, pengamanan lokasi, dan pemantauan bangkai kapal.

Selain itu, integrasi operasi penyelamatan, yakni berkoordinasi secara intensif dengan Kantor SAR Surabaya (Basarnas), TNI AL, Polairud, serta kapal-kapal niaga/tunda (vessels of opportunity seperti TB Hasnur 26) di sekitar lokasi melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget dan VTS Tanjung Perak.

“Peringatan navigasi  dengan menerbitkan (notice to mariners) untuk memberi peringatan kepada seluruh kapal yang melintas di sekitar perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, guna menghindari area bahaya kecelakaan,” ujar Djoko.

Langkah cepat kedua yang harus dilakukan ialah penanganan penumpang dan membuka posko crisis center. Posko darurat tersebut bisa didirikan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai pelabuhan asal keberangkatan kapal dan Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan tujuan perjalanan.

Pembukaan posko tersebut untuk memudahkan pendataan ulang penumpang, identifikasi korban, serta penanganan keluarga penumpang. Pemenuhan logistik dan medis, memastikan fasilitas medis, pemulihan trauma (trauma healing), serta transportasi lanjutan/akomodasi bagi korban yang selamat.

Posko juga diperlukan guna memudahkan koordinasi dengan pihak asuransi, dengan PT Jasa Raharja dan operator kapal, yakni PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) untuk memastikan hak klaim asuransi perlindungan penumpang terpenuhi.

Baca JugaEvakuasi Ratusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berpacu dengan Waktu

   


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KM Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Sumenep
• 8 jam lalu
0
thumb
Maestro Tari Bali Ni Kadek Rai Dewi Astini Latih Penari Tulungagung melalui Lokakarya Nyantrik#9
• 23 jam lalu
0
thumb
Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi usai Batal Sidang Skripsi 12 Kali
• 21 jam lalu
0
thumb
WHO Bongkar Taktik Raksasa Makanan di Balik Skandal Obesitas Global
• 7 jam lalu
0
thumb
Petugas Damkar Jaktim yang Meninggal Saat Tugas Sempat Dibawa ke RS, tapi Tak Tertolong
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.