Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Jumlah migran yang tewas saat mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, dari Maroko mencapai 90 orang, menurut laporan stasiun radio Cadena Ser pada Minggu, mengutip beberapa sumber.

Aparat penegak hukum Spanyol telah menemukan 74 jenazah, sementara pihak berwenang Maroko telah menemukan 16 jenazah lainnya, menurut laporan tersebut.

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki kota dari Maroko dalam satu hari.

Kerusuhan pun pecah di tengah krisis tersebut, serta tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.

Ceuta adalah daerah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, terletak di perbatasan dengan Maroko.

Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal ke Uni Eropa.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Baca juga: Migran ilegal di Ceuta bersembunyi hindari deportasi

Baca juga: Polisi berjaga di supermarket Ceuta usai kerusuhan migran

Baca juga: Warga bentrok dengan imigran ilegal buntut krisis migrasi di Ceuta


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cha Eun Woo ajukan banding soal tagihan pajak terbaru
• 52 menit lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Mobil Tangki di Insiden Tanah Bumbu Bukan Armada Operasional
• 12 menit lalu
0
thumb
Kronologi Kematian Sutrimo Terungkap, Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 3 jam lalu
0
thumb
Foto: Momen Jemaah Putihkan Monas saat Zikir-Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI
• 9 jam lalu
0
thumb
Buat Halau Imigran dari Maroko, Pemerintah Spanyol Pasang Penghalang di Lepas Pantai Ceuta
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.