Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin ganda putra Indonesia sukses menjuarai Taipei Open 2026 setelah mengalahkan Aaron Chia/Aaron Tai asal Malaysia pada partai final, Minggu (2/8/2026).
Dalam laga final, unggulan kedelapan itu menang dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-19. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momentum kebangkitan Leo/Daniel setelah gagal meraih hasil maksimal dalam beberapa turnamen sebelumnya.
Daniel Marthin mengaku bersyukur dapat kembali naik podium juara. Menurutnya, gelar tersebut menjadi jawaban atas perjuangan mereka setelah melewati periode yang tidak mudah.
“Puji Tuhan bersyukur bisa juara lagi setelah hasil yang kurang memuaskan di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” kata Daniel.
Ia menjelaskan, saat sempat tertinggal dalam pertandingan, dirinya bersama Leo berusaha tetap tenang, menjaga komunikasi, dan terus memberikan tekanan kepada lawan hingga mampu membalikkan keadaan.
“Tadi kami mencoba terus menekan saat sedang di posisi ketinggalan. Kami juga terus coba komunikasi untuk membalikkan keadaan,” ujarnya.
Daniel menambahkan, gelar Taipei Open 2026 menjadi hadiah ulang tahun bagi dirinya dan Leo yang memiliki momen ulang tahun berdekatan.
Meski demikian, ia menegaskan pasangan berjuluk The Babies itu tidak ingin cepat puas dan bertekad menjaga konsistensi meraih prestasi.
“Gelar ini untuk hadiah ulang tahun kami yang berdekatan. Yang pasti kami mau konsisten juara dan melebihi prestasi kami sekarang,” ucapnya.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan.
“Senang dan berterima kasih untuk diri saya sendiri dan partner saya sudah berjuang lalu menang. Terima kasih juga untuk tim pelatih dan tim pendukung yang selalu ada di belakang kami,” kata Leo.
Leo mengungkapkan kunci kemenangan pada partai final adalah bermain lebih aman, sabar, dan mampu mengimbangi kualitas individu pasangan Malaysia yang dinilai sangat baik.
“Di dalam permainan tadi kami harus coba lebih safe saja mainnya. Kami menahan permainan dan mengimbangi individu mereka yang sangat bagus,” ujarnya.
Menurut Leo, gelar juara di Taipei Open 2026 menjadi titik awal kebangkitan setelah beberapa turnamen terakhir mereka selalu tersingkir di babak-babak awal. Namun, ia menegaskan target mereka tidak berhenti sampai di sini.
“Gelar ini untuk kami bangkit lagi setelah beberapa turnamen ke belakang selalu kalah di babak awal. Tapi kami tidak boleh cepat puas, kami ingin mengincar gelar-gelar berikutnya,” pungkasnya. (saf/ham)





Komentar (0)