Tradisi Pojhien di Bondowoso, Atraksi Menari di Ujung Bambu 12 Meter Tanpa Pengaman

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Tradisi Pojhien di Bondowoso, Atraksi Menari di Ujung Bambu 12 Meter Tanpa PengamanNasional | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:19Dengarkan Berita

BONDOWOSO, iNews.id – Ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menggelar ritual adat tahunan Pojhien. Tradisi warisan leluhur yang sudah bertahan lebih dari satu abad ini menyuguhkan atraksi mendebarkan, yakni dua penari yang menari di atas puncak bambu setinggi 12 meter tanpa menggunakan alat pengaman. 

Tradisi lisan dan ritual adat ini diyakini telah berlangsung sejak sekitar tahun 1920 dan terus dipelihara sebagai identitas budaya masyarakat setempat. 

Atraksi dimulai saat dua penari berjalan menuju dua batang bambu tinggi yang sudah ditancapkan di area ritual. Tanpa canggung, mereka memanjat hingga ke ujung bambu setinggi 12 meter, lalu melakukan gerakan tarian khas dengan hanya mengandalkan bagian perut sebagai tumpuan atau penyangga tubuh. 

Meski terbilang sangat ekstrem dan membahayakan keselamatan, para penari diyakini tidak akan terjatuh selama seluruh rangkaian ritual dijalankan sesuai pakem leluhur. 

Baca Juga:Rekonstruksi Kasus Penyekapan YTR di Polda Jabar, Tersangka Akui Perbuatan di 6 TKP

Berbagai kelengkapan ubarampe wajib disiapkan, mulai dari beras kuning, perlengkapan rokat, hingga hidangan kue serabi berwarna-warni sebagai syarat keselamatan. 

"Pojhien ini diselenggarakan sejak dahulu sebagai bentuk rasa syukur, permohonan keselamatan, keberkahan, serta kemakmuran masyarakat. Ritual ini juga difungsikan sebagai penolak bala penyakit hingga permohonan hujan saat kemarau," ujar Tokoh Adat Desa Karanganyar, Tolak, Minggu (2/8/2026).

Dicanangkan Jadi Desa Budaya

Melihat kuatnya komitmen warga dalam menjaga tradisi lisan dan seni pertunjukan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi mencanangkan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya.

Kecamatan Klabang dinilai menjadi salah satu kawasan yang hingga kini paling konsisten melestarikan kekayaan budaya serta kesenian tradisional di Kabupaten Bondowoso. 

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengapresiasi masyarakat setempat yang berhasil mempertahankan warisan budaya berusia ratusan tahun tersebut agar tetap eksis dan bernilai pariwisata tinggi.

#jatim

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026: Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema, Venue Masih Tanda Tanya
• 10 jam lalu
0
thumb
Hasil Girona vs Arsenal: The Gunners Menang Telak, Tzolis Cetak Gol Perdana
• 9 jam lalu
0
thumb
Jaga Ketersediaan Pangan, PTPN I Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara
• 1 jam lalu
0
thumb
Hasil Sementara Piala Presiden 2026: Persebaya Imbang 1-1 Lawan Port FC
• 19 jam lalu
0
thumb
Daftar 3 Tim yang Tersingkir dari Piala AFF 2026, Timnas Vietnam Menyusul Jika Dipecundangi Timnas Indonesia?
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.