LAS VEGAS, KOMPAS.TV - Gelombang panas melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) bagian Barat pada Sabtu (1/8/2026). Kini suhu sudah mendekati rekor tertinggi, meningkatkan risiko kebakaran hutan di daerah yang sudah kering atau terbakar.
Menghadapi cuaca panas ekstrem ini, warga diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan dan mengurangi aktivitas di luar ruang.
Cuaca panas juga terjadi karena bentang alam di daerah itu. Sebuah daerah bertekanan tinggi menahan panas di dekat permukaan tanah — yang dikenal sebagai kubah panas — dari Arizona hingga Montana.
Meskipun berbahaya, namun ahli meteorologi Badan Layanan Cuaca Nasional mengatakan, kabar baiknya adalah fenomena ini akan berlangsung relatif singkat.
Panas berbahaya dan peringatan cuaca buruk melanda wilayah tersebut, dan Badan Layanan Cuaca Nasional pada hari Sabtu memperkirakan sejumlah kota akan mencapai suhu tertinggi sepanjang masa.
Menjelang sore hari, suhu di Las Vegas mencapai 46 derajat Celsius, yang merupakan suhu terpanas tahun ini dan hanya selisih satu derajat dari rekor harian setinggi 47 derajat Celsius.
Baca Juga: Viral Cara China Lawan Cuaca Panas Ekstrem, Gedung-Gedung Semburkan Kabut Air
Phoenix diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius, sementara El Centro, California, diperkirakan mencapai rekor 48 derajat Celsius. Bahkan sebagian Montana diperkirakan akan mengalami suhu yang sangat panas, dengan rekor 40 derajat Celsius diperkirakan terjadi di Great Falls.
Suhu tertinggi di Las Vegas mencapai 10 derajat di atas normal, dan ahli meteorologi layanan cuaca Morgan Stessman memperingatkan akan adanya panas berbahaya hingga hari Minggu, ketika suhu tertinggi diperkirakan mencapai 45 derajat Celcius.
“Tidak ada pendinginan sama sekali di malam hari,” kata Stessman seperti dikutip dari The Associated Press.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- cuaca ekstrem
- panas ekstrem
- las vegas
- los angeles
- rekor cuaca panas






Komentar (0)