Jangan Salah, Sinar Matahari Jadi Pemicu Utama Penuaan Wajah Lho Beauty!

herstory.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, jika selama ini mengira penuaan wajah lebih banyak disebabkan bertambahnya usia, faktanya tidak sepenuhnya demikian. Dalam sesi Beauty Talk yang digelar di Jakarta pekan ini, dr. Cynthia Ayu dan dr. Vera mengungkapkan bahwa sekitar 80% tanda penuaan wajah yang terlihat justru berasal dari akumulasi paparan sinar matahari, terutama sinar UVA, bukan semata-mata faktor usia.

Menurut keduanya, sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dibanding UVB. Paparan ini juga tetap terjadi sepanjang hari, bahkan saat cuaca mendung maupun ketika seseorang berada di dalam ruangan karena sinarnya dapat menembus kaca.

"Jam kerja, waktu menyetir, di kantor, bahkan saat menjemput anak sekolah," ujar dr. Cynthia Ayu, menggambarkan berbagai aktivitas harian yang tanpa disadari membuat kulit terus terpapar sinar UVA.

Paparan tersebut menjadi perhatian dalam sesi edukasi yang diselenggarakan PT Mirai Group Japan di Jakarta. Perusahaan menghadirkan diskusi bersama dokter untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan kulit dari paparan sinar matahari.

Dalam pemaparannya, para dokter juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan sunscreen. Padahal, Indonesia berada di wilayah khatulistiwa yang menerima paparan radiasi ultraviolet cukup tinggi sepanjang tahun.

Berdasarkan riset mengenai perilaku perlindungan matahari di Indonesia, hanya sekitar separuh responden yang menggunakan sunscreen. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar sepertiga yang menggunakannya secara konsisten, baik saat cuaca cerah maupun mendung.

Selain itu, sebagian besar pengguna juga belum mengetahui apakah produk sunscreen yang digunakan telah memberikan perlindungan broad-spectrum, yakni perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB sekaligus.

dr. Vera menjelaskan, masih banyak masyarakat yang hanya berfokus pada angka SPF saat memilih sunscreen. Padahal, perlindungan terhadap sinar UVA juga tidak kalah penting.

"SPF adalah angka yang mencegah kulit terbakar. PA adalah angka yang mencegah penuaan dini," tambah dr. Vera, seraya menyebut masyarakat Indonesia selama ini lebih mengenal SPF dibanding indikator PA.

Dalam kesempatan tersebut, kedua dokter turut menjelaskan bagaimana teknologi perlindungan kulit kini terus berkembang. Salah satunya melalui produk sunscreen yang menggabungkan perlindungan terhadap sinar matahari dengan kandungan untuk membantu memperbaiki kondisi kulit.

"Itu persis deskripsi dari Majestic Day Repair," ujar dr. Vera tentang sunscreen harian berbasis mineral dengan SPF 20 PA++ yang menggabungkan Signal Block Technology, human-type HSP, dan kompleks 3GF.

"Produk ini memantulkan, mencegat, memperbaiki, dan meremajakan: empat lapis perlindungan, setiap pagi," lanjutnya.

Senada, dr. Cynthia Ayu mengatakan kombinasi berbagai fungsi dalam satu produk masih cukup jarang ditemui di pasaran.

"Jujur, susah banget nyari produk lain di pasaran yang bisa kasih empat fungsi sekaligus. Makanya saya pribadi suka banget sama Day Repair," katanya.

Melalui sesi edukasi tersebut, para dokter berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan kulit tidak hanya dilakukan saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar UVA yang terjadi setiap hari, termasuk saat bekerja di kantor atau berkendara, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai untuk membantu mengurangi risiko penuaan dini pada kulit.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Anjing-anjing Unjuk Gigi di Kejuaraan Selancar Dunia
• 7 jam lalu
0
thumb
Vietnam siap hadapi tekanan suporter Indonesia di Pakansari
• 38 menit lalu
0
thumb
Hasil Indonesia All Stars vs Aston Villa 1-3: Arkhan Kaka Jebol Gawang Juara Europa League
• 20 jam lalu
0
thumb
Tragedi KM Mutiara Sentosa II: 5 Penumpang Meninggal, 225 Selamat
• 1 jam lalu
0
thumb
Ibu Korban Polisikan Pria yang Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.