Ekspansi Masif hingga Picu Spekulasi Akuisisi Nestlé, Saham BAIK Jadi Sasaran Aksi Beli Asing

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

manajemen BAIK mengaku tengah dalam masa penjajakan dengan investor strategis dari luar negeri, terkait rencana pembangunan pabrik barunya di Malang, Jawa Timur

Ekspansi Masif hingga Picu Spekulasi Akuisisi Nestlé, Saham BAIK Jadi Sasaran Aksi Beli Asing (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terpantau jadi sasaran aksi beli pelaku pasar, terutama investor asing, di sepanjang periode Juli 2026 lalu.

Sebagaimana didasarkan pada data orderbook perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing tercatat membukukan nilai pembelian (foreign buy) atas saham BAIK sebesar Rp35,78 miliar.

Baca Juga:
Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Jawab Spekulasi Soal Akuisisi Investor Asing

Sedangkan pada saat yang sama, nilai penjualan (foreign sell) terhadap saham emiten rantai pasok bahan baku bisnis hotel, restoran dan cafe (horeca) tersebut tercatat sebesar Rp19,57 miliar.

Dengan demikian, terjadi akumulasi pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp16,22 miliar. Sedangkan dari sisi kuantitas, investor asing memborong sebanyak 53,32 juta saham dan melepas 28,92 juta saham, sehingga menghasilkan net buy volume bersih sebesar 24,40 juta saham, dengan porsi transaksi menyumbang sekitar 11,34 persen dari seluruh nilai perdagangan.

Baca Juga:
Susul Komut, Dirut Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Borong Saham Perseroan Rp710 per Unit

Maraknya aksi beli ini, di antaranya, terdorong oleh massifnya ekspansi bisnis Perseroan dalam beberapa waktu terakhir, serta kabar terkait ketertarikan perusahaan multinasional, Nestle, untuk mengakuisisi sebagian saham Perseroan.

Kabar ini berkembang seiring pernyataan manajemen BAIK, yang mengaku tengah dalam masa penjajakan dengan investor strategis dari luar negeri, terkait rencana pembangunan pabrik barunya di Malang, Jawa Timur.

Baca Juga:
BAIK Bakal Buka Outlet Baru AGN Signature di Sampang

"Kami memang sedang intens dalam menjajaki berbagai peluang strategis dengan pihak eksternal demi memperkuat langkah ekspansi Perseroan ke panggung internasional," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Meski, karena masih dalam penjajakan, Nanang menyatakan bahwa belum belum ada keputusan final atau perjanjian mengikat yang sejauh ini dapat dipublikasikan oleh Perseroan.

Tak hanya didorong oleh spekulasi pasar terkait rencana akuisisi oleh pihak Nestle, Nanang menyatakan bahwa minat investor terhadap saham BAIK tak lepas dari realisasi pilar-pilar ekspansi bisnis Perseroan yang terbukti telah berjalan, dan menghasilkan keuntungan lebih maksimal bagi Perseroan.

Misalnya di sektor ritel, BAIK diketahui telah resmi menggandeng Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, serta Dewa Eka Prayoga untuk meluncurkan lini camilan siap makan premium tanpa bahan pengawet seperti cumi hitam, peyek udang rebon, hingga ayam oseng mercon.

Selain itu, BAIK juga tengah mematangkan kerja sama dengan TransJakarta untuk membangun coffee tenant dan booth kreatif di halte BRT, serta memperkuat program Tumbuh Bersama Mitra Binaan, yang telah menjangkau 1.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Langkah ekspansi hulu-hilir tersebut semakin lengkap dengan rencana pembangunan pabrik sterilisasi modern serta kemitraan pasokan telur skala besar di Semarang.

"Masuknya dana asing secara konsisten ini tentu menjadi sinyal positif di tengah momentum pertumbuhan bisnis kami, yang juga sebagai konfirmasi bahwa arah ekspansi Perseroan telah berada di jalur yang tepat," ujar Nanang.

Dengan kombinasi fundamental yang membaik, diversifikasi bisnis yang agresif, serta potensi kemitraan strategis internasional, Nanang optimistis bahwa saham BAIK masih akan menjadi salah satu saham paling prospektif dan layak dicermati oleh para pelaku pasar hingga akhir tahun.

Keyakinan tersebut, di antaranya, dibuktikan dengan aksi borong yang dilakukan oleh Nanang sendiri dan juga Komisaris Utama Perseroan, Yeni Isnawati, terhadap saham BAIK, dengan volume akumulatif hingga ratusan ribu unit saham, sebagai bukti optimisme manajemen Perseroan terhadap prospek bisnis Perseroan di masa mendatang.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
John Herdman Tersenyum Lebar, Ole Romeny dan Justin Hubner Bawa Kabar Gembira
• 16 jam lalu
0
thumb
Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!
• 12 jam lalu
0
thumb
Jokowi Bocorkan Target Besar PSI di 2029, Bukan hanya Masuk Senayan
• 5 jam lalu
0
thumb
Mumpung Abis Gajian, Belanja di Transmart Ada Diskon 50%+20%
• 11 jam lalu
0
thumb
Susunan Pemain Aston Villa vs Indonesia All Stars: Garnacho dan Lindelof Starter, Ezra Walian Jadi Kapten
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.