Pilot Malaysia Bawa Sebotol Urine demi Kelabui Tes Narkoba

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Sebotol urine ditemukan dalam barang bawaan pilot penyelundup narkoba asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39). Air seni ini ditampung sebelum ia mengonsumsi narkoba dengan tujuan mengakali tes urine mendadak dari pihak maskapai ataupun otoritas penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan akan memeriksa kesehatan dan melakukan tes narkoba secara berkala maupun acak di berbagai bandar udara. Ini upaya pengawasan terus-menerus terhadap awak penerbangan.

Saufi ketahuan menyelundupkan 14 bungkus ekstasi berjumlah 70.114 butir dalam koper di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (29/7/2026). Ia juga mengantongi 4 gram sabu untuk konsumsi.

"Unit pengawasan menemukan botol berisi urine. Belum digunakan waktu Saufi dicegah petugas. Urine ini dipakai yang bersangkutan untuk antisipasi apabila dilakukan tes," ucap Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama pada Minggu (2/8/2026).

Botol urine ditemukan dalam tas Saufi saat penggeledahan. Kepada petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, pilot ini mengaku air seni diambil sebelum memakai narkoba.

"Memang sudah disiapkan. Jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan akan digunakan dari botol tersebut," ujar Satria.

Hasil pemeriksaan urine Saufi seusai penggeledahan menunjukkan dirinya positif sabu, ekstasi, dan kokain. Sementara botol urine dalam tasnya diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Baca JugaPilot Malaysia Tiga Kali Selundupkan Sekaligus Positif Narkoba
Baca JugaPilot Malaysia Terbang ke Indonesia Bawa Ribuan Ekstasi, Apa yang Terjadi?
Pengawasan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan rapid urine napza tes atau tes zat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dalam tubuh secara acak terhadap awak penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan melibatkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Balai Kesehatan Penerbangan, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I.

Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba oleh Saufi merupakan bagian dari pencegahan, memastikan seluruh awak penerbangan yang menjalankan tugas berada dalam kondisi sehat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan mampu menjalankan tugas secara profesional demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Pemeriksaan acak mencakup maskapai nasional yang melayani rute internasional maupun domestik. Maskapai ini antara lain TransNusa, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Group, Pelita Air, dan AirAsia.

Tes untuk rute domestik meliputi pemeriksaan terhadap 80 personel. Sementara rute internasional menjangkau 54 orang, terdiri dari awak kokpit dan awak kabin.

Hasil pemeriksaan secara umum menunjukkan awak penerbangan memenuhi persyaratan dan berada dalam kondisi yang baik. Pemeriksaan ini dijamin sesuai prosedur yang berlaku sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, dalam keterangannya menyatakan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh kelaikudaraan pesawat dan kesiapan infrastruktur. Kondisi fisik dan mental seluruh awak penerbangan yang terlibat dalam operasional penerbangan juga bagian penting di dalamnya.

"Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan penerbangan melalui pengawasan yang konsisten terhadap seluruh aspek operasional, termasuk memastikan setiap personel penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar," kata Lukman.

Lukman menegaskan setiap indikasi penyalahgunaan narkoba akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Prinsip zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan penerbangan adalah mutlak.

Setiap indikasi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku guba memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap terjaga. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba secara berkala maupun secara acak di berbagai bandar udara di Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Unai Emery puji cara bermain Indonesia All Stars
• 12 jam lalu
0
thumb
Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pengelola Ungkap Alasannya, Pramono Minta Dibongkar
• 9 jam lalu
0
thumb
Menag: Indeks kerukunan umat beragama RI jadi 77,89 persen di 2025
• 12 jam lalu
0
thumb
PAN NTB kukuhkan 1.500 relawan untuk hadapi Pemilu 2029
• 21 jam lalu
0
thumb
Hari Ini Penentuan Venue Semifinal Piala Presiden 2026, Bisa Ditonton di Vidio
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.