Pramono Anung Bakal Tertibkan Pagar Tinggi Mal di Jakarta, Dinilai Bikin Citra Ibu Kota Buruk

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan kawasan properti di Ibu Kota. Menurutnya, keberadaan pagar yang menjulang justru membentuk kesan bahwa Jakarta berada dalam kondisi tidak aman.

Pramono mengatakan pemerintah provinsi akan segera berkoordinasi untuk menertibkan pemasangan pagar yang dinilai berlebihan tersebut. Ia menegaskan keamanan tetap penting, namun tidak harus diwujudkan dengan pagar yang terlalu tinggi.

"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman," kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Ia meminta para pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak memasang pagar secara berlebihan. Menurutnya, langkah tersebut justru memunculkan persepsi negatif terhadap kondisi Jakarta.

"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.

Pramono menilai citra Jakarta dapat terdampak apabila pagar tinggi terus bermunculan di berbagai titik. Padahal, berdasarkan hasil koordinasinya dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum, situasi di Ibu Kota saat ini tetap kondusif.

"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," tegasnya.

Ia mengakui belum ada aturan yang secara khusus mengatur batas tinggi pagar di kawasan mal maupun perkantoran. Namun, menurutnya, pagar yang terlalu tinggi mengurangi kenyamanan sekaligus merusak estetika kota.

"Untuk larangan itu, terus terang, memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik," ucapnya.

Pramono juga mengungkapkan keinginannya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih terbuka dan hijau. Ia berharap keberadaan pepohonan lebih diperbanyak dibandingkan membangun pembatas yang menjulang tinggi.

Baca Juga: Respons Viral Pemasangan Pagar Tinggi di Mal, Polda Metro Bilang Begini

"Bahkan saya berpikir pagarnya itu nggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka," katanya.

Menurut Pramono, langkah penataan tersebut akan difokuskan di wilayah Jakarta. Ia berharap masyarakat maupun pelaku usaha dapat tetap merasa aman dan nyaman tanpa harus menghadirkan pagar tinggi yang mendominasi ruang kota.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harta Bupati Pemalang Anom yang Kena OTT KPK Capai Rp21,3 Miliar, Ini Rinciannya
• 17 jam lalu
0
thumb
Film Bajakan Spider-Man: Brand New Day Sempat Beredar di X, Sudah Ditonton Jutaan Kali
• 21 jam lalu
0
thumb
Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam di Stadion Pakansari: Laga Penentu Persaingan Grup A Piala AFF 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Warga Ngaku Kesulitan jika Pelintasan RE Martadinata Bogor Ditutup, Akses Jadi Lebih Jauh
• 10 menit lalu
0
thumb
Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Yangsan Catat Suhu 41,6 Derajat Celsius
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.