LIMA, KOMPAS.TV — Sebuah pesawat yang membawa turis Eropa dalam perjalanan melihat Garis Nazca yang terkenal, jatuh ke sebuah ladang pada Sabtu (2/8/2026) di dekat kota Nazca, Peru.
Menurut pihak berwenang setempat, peristiwa ini menewaskan 13 orang.
Pemerintah kota Nazca mengatakan pesawat itu berangkat dari kota Ica di dekatnya dan dioperasikan oleh perusahaan Peru, Aerodiana.
Di situs webnya, maskapai tersebut mengatakan bahwa mereka telah menawarkan penerbangan wisata di atas Garis Nazca selama 14 tahun terakhir. Perusahaan ini menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan.
Baca Juga: Pesawat Jatuh ke Samudera Atlantik 11 Penumpangnya Selamat, Ini Kesaksian Pilot
Garis Nazca adalah sekelompok geoglyph luas yang diukir di gurun di sekitar Nazca ratusan tahun yang lalu oleh penduduk asli Peru.
Garis-garis tersebut membentuk gambar hewan yang hanya dapat dinikmati sepenuhnya dari pesawat atau menara pengamatan.
Menurut Kementerian Transportasi Peru, korban tewas adalah tujuh warga negara Italia berusia antara 18 dan 54 tahun, dua warga Spanyol berusia 52 tahun, dan dua warga Jerman berusia 77 dan 78 tahun.
Sedangkan dua korban tewas lainnya adalah pilot Américo Salazar dan kopilot Irenka Guanilo del Carpio.
Presiden Peru Keiko Fujimori menyatakan penyesalannya atas kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Pesawat Jatuh di Nunukan, Tim Gabungan Cari Kotak Hitam
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- pesawat jatuh
- turis eropa
- garis nazca
- peru
- pesawat turis jatuh



.jpg)


Komentar (0)