Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Riyadh, VIVA – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan kekhawatiran kepada Presiden AS Donald Trump terkait laporan mengenai rencana serangan besar-besaran baru Amerika Serikat terhadap Iran, menurut Axios pada Sabtu.

Percakapan melalui telepon itu berlangsung ketika Washington dilaporkan tengah mempersiapkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.

Baca Juga :
Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah
Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

"Pihak Saudi menyampaikan kekhawatiran mereka dan meminta penjelasan mengenai rencana tindakan yang akan diambil," kata seorang pejabat Amerika Serikat kepada Axios.

Sumber lain yang mengetahui isi pembicaraan itu mengatakan Mohammed bin Salman mendesak Trump untuk meredakan ketegangan dan membatalkan rencana serangan terhadap Iran.

Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan yang disebutnya sangat keras terhadap Iran.

Perkembangan tersebut terjadi setelah sejumlah kedutaan besar AS di Timur Tengah mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara Amerika Serikat terkait kemungkinan terjadinya eskalasi situasi.

Menurut Axios, Gedung Putih dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak memberikan komentar mengenai pembicaraan tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menghubungi para mitranya dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa setiap tindakan agresi dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas dengan tindakan yang "tegas dan proporsional" oleh Iran.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Media Israel pada Sabtu juga melaporkan bahwa aparat pertahanan negara itu tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran. (Ant)

Baca Juga :
Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang
Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu
AS Kembali Serang Iran

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Ingatkan Curah Hujan dan Udara Lembap Tingkatkan Risiko DBD
• 7 jam lalu
0
thumb
Timnas Voli Putri Indonesia Kembali Tumbang, Vietnam Menang 3-1 di SEA V Women’s Cup 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Masyarakat Ende Dapat Pelatihan Literasi Digital Melalui Program Bakti E-Community | BERITA UTAMA
• 10 jam lalu
0
thumb
Pangkoops TNI Habema Sebut Ada 2 dari 10 Anggota OPM Tewas Pada Pertempuran di Papua Pegunungan
• 23 jam lalu
0
thumb
DKI sepekan, penanaman mangrove hingga "pelican crossing" di Tendean
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.