Grid.ID - Inilah detik-detik peristiwa Rengasdengklok hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Peristiwa ini perlu dipelajari karena menjadi titik balik penting yang mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Seperti diketahui, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan hari bersejarah ketika Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.
Hari Kemerdekaan bukan sekadar perayaan yang identik dengan upacara bendera, lomba 17 Agustus, maupun pemasangan bendera Merah Putih. Di balik peringatan tersebut, terdapat rangkaian peristiwa bersejarah yang penuh ketegangan, salah satunya adalah Peristiwa Rengasdengklok.
Kejadian ini menjadi salah satu momen penting yang mempercepat lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lantas bagaimana detik-detik peristiwa Rengasdengklok hingga Proklamasi Kemerdekaan RI? Simak penjelasannya.
Detik-detik Peristiwa Rengasdengklok hingga Proklamasi Kemerdekaan RI
Detik-detik Peristiwa Rengasdengklok sempat diceritakan oleh istri Soekarno, Fatmawati. Melansir Kompas.com, Fatmawati sempat menceritakan percakapannya dengan Soekarno setelah pulang dari Rengasdengklok dini hari jelang 17 Agustus 1945.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Soekarno disebut pulang ke rumah dan memberitahu Fatmawati mengenai rencana proklamasi tersebut.
"Besok kita umumkan Kemerdekaan," kata Soekarno singkat kepada Fatmawati, setibanya di rumah, dikutip dari Harian Kompas, 16 Agustus 1975.
Fatmawati menyebut saat itu Bung Karno kelihatan lelah dan masih menulis di meja kamarnya. Ia melihat Bung Karno beberapa kali merobek-robek kertas dan membuangnya di tempat sampah. Fatmawati pun enggan menanyakan apa isi tulisan dalam setiap kertas yang dirobek suaminya itu.
"Ibu tak banyak pertanyaan dan cakap. Ibu mengerti segala apa yang bapak mau dan kerjakan," kata dia.
Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa ketika Soekarno dan Mohammad Hatta diculik oleh golongan muda pada 16 Agustus 1945. Keduanya "diculik" kelompok pemuda ke Rengasdengklok, Jawa Barat.
Bukan tanpa alasan, penculikan itu dilakukan para pemuda untuk mendesak agar Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio. Di mana saat itu, Jepang sudah kalah perang dari Sekutu, tetapi golongan tua dan muda berbeda pendapat soal waktu proklamasi.
Setelah itu pemuda menculik Soekarno Hatta karena tidak ingin keduanya dipengaruhi oleh Jepang. Adapun tokoh muda itu seperti Soekarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan Shodanco Singgih. Kendati demikian, akhirnya disepakati bahwa proklamasi kemerdekaan diumumkan pada Jumat, 17 Agutus 1945. Selanjutnya, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa kembali ke Jakarta pada pukul 02.00 WIB dini hari atau delapan jam sebelum Proklamasi.
Setibanya di Jakarta, mereka sempat singgah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat tentara Kekaisaran Jepang. Selanjutnya, di ruang makan rumah Laksamana Maeda itulah mereka bertiga merumuskan teks proklamasi. Bung Karno menuliskan satu kalimat pembuka pada secarik kertas yang berbunyi:
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia."
Kalimat itu diambil dari rancangan pembukaan Undang-Undang Dasar yang dihasilkan pada 22 Juni 1945 oleh Panitia Kecil terdiri dari sembilan dan dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bung Hatta kemudian menambahkan kalimat kedua pada teks proklamasi itu.
Menurutnya, kalimat pertama hanya berusaha menyatakan kemauan bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Karena itu, harus ada pelengkapnya yang menegaskan bagaimana cara menyelenggarakan revolusi nasional. Dengan dasar gagasan ini, dia pun menuliskan:
"Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya."
Setelah teks proklamasi disusun, pertemuan diakhiri dengan pengumuman dari Bung Karno bahwa proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di halaman rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Demikianlah detik-detik peristiwa Rengasdengklok hingga Proklamasi Kemerdekaan RI. Kini, Indonesia telah merayakan HUT ke-81 RI. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)