GAZA, KOMPAS.TV - Warga Palestina di Gaza tidak percaya jika militer Israel akan menarik diri dari enklave tersebut setelah Hamas dilucuti.
Masyarakat Palestina tidak percaya karena serangan Israel terus berlanjut kendati gencatan senjata telah ditandatangani sejak Oktober 2025 lalu.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Hamas setuju untuk meletakkan senjata. Sebagai gantinya, Trump menyebut pasukan Israel akan menarik diri dan pasukan International Stabilization Force (ISF) akan masuk ke Gaza.
Akan tetapi, sejak pengumuman Trump pada Kamis (30/7/2026), Israel dilaporkan terus menyerang berbagai lokasi di Gaza.
Sejak gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu, Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 1.200 warga Palestina di Gaza. Sebaliknya, lima tentara Israel dilaporkan tewas dalam serangan Hamas.
Baca Juga: Netanyahu Dijadwalkan Bertemu Trump, Pertama Kali sejak Perang AS-Israel terhadap Iran
Ammar Kaskeen, warga Palestina di Gaza, mengaku tidak percaya kesepakatan yang diumumkan Trump akan berujung penarikan pasukan Israel.
Menurutnya, Israel bertujuan mengusir masyarakat Palestina dari Gaza, bukan hanya melucuti Hamas.
"Mereka ingin membuat kami menderita," kata Kaskeen, dilansir Associated Press, Sabtu (1/8/2026).
Masyarakat Palestina di Gaza berulang kali dijanjikan genosida akan berakhir, tetapi serangan dan blokade Israel tetap berlanjut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- jalur gaza
- pelucutan senjata hamas
- Israel
- Palestina
- Gaza
- Hamas






Komentar (0)