Sudaryono Tak Bakal Toleransi Kasus Keracunan MBG, Beri Pesan Penting Ini ke Kepala SPPG

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Semarang, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan maupun praktik penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menjenguk korban dugaan insiden keamanan pangan yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Baca Juga :
Sudaryono Langsung Suspend Dapur MBG di Semarang usai Jenguk Korban yang Diduga Keracunan
BGN Periksa 5.355 SPPG, Sudaryono Tegaskan Indikasi Korupsi Berujung Pemecatan Kepala Dapur

"Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru ini memastikan itu, zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky panky, nitip-nitip duit itu nggak boleh lagi," ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

Kepala Dinkes Grobogan, Djatmiko Jenguk Korban Diduga Keracunan MBG
Photo :
  • ANTARA/HO-Dinkes Grobogan

Ia pun menegaskan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) secara ketat guna mencegah terulangnya insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP dan sistem pengelolaan dapur merupakan kunci untuk menjamin keamanan makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Ia menekankan bahwa kepala dapur memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan seluruh prosedur dijalankan dengan disiplin.

"Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Kemudian SOP diikuti, sistem diikuti, terus kemudian komandannya Kepala Dapur SPPG. Saya paham Anda punya chef, Anda punya pengawas gizi, Anda punya orang-orang yang kerja di situ, barangkali mungkin ada 1-2 yang ada yang ngeyel-lah. Ya harus ada leadership di situ," ucapnya.

Prabowo Jenguk Korban Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01
Photo :
  • Tim Media Presiden Prabowo Subianto

Sudaryono mengatakan, kepala SPPG harus bertindak tegas terhadap petugas yang tidak mematuhi prosedur kebersihan dan keamanan pangan, seperti tidak mencuci tangan, tidak menggunakan sarung tangan, atau tidak mengenakan masker saat mengolah makanan.

"Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu yang barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena nyawa, kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti. Nggak boleh lagi," tegas Sudaryono.

Baca Juga :
Bos BGN Sebut Program MBG Jadi Prioritas di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN Laporkan 414 SPPG Bermasalah ke Kejagung Terkait Indikasi Korupsi
BGN Temukan 414 SPPG Anomali: Uang Masuk ke Rekening, Tapi Dapur Belum Beroperasi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Cup 2026 perkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga
• 7 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam: Karhutla di Kalsel-Kalteng terkendali lewat kolaborasi
• 22 jam lalu
0
thumb
Job Fair Kabupaten Bogor 2026 Digelar 5-6 Agustus, Simak Lokasi, Cara Daftar, dan Syaratnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas
• 3 jam lalu
0
thumb
Malut United Pindah ke Jawa Tengah, Manajemen Beberkan Faktor Utamanya
• 21 menit lalu
0
Berhasil disimpan.