Rencana Pramono Cabut Pagar Tinggi di Mal yang Bikin OVT

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal wilayah Jakarta yang dikaitkan dengan aksi unjuk rasa ramai dibahas publik. Pemasangan pagar tinggi mal mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, karena fenomena tersebut membuat kesan seolah-olah Ibu Kota tidak aman.

Untuk langkah awal, Pramono akan segera berkoordinasi untuk menertibkan pemasangan pagar-pagar tinggi tersebut. Menurutnya, keamanan tetap penting, tapi kurang tepat diwujudkan dengan pagar yang menjulang.

"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman," kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Pramono menilai para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Sebab, langkah itu justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Jakarta.

"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.

Baca juga: Pramono Ajak FBR Jaga Jakarta: Kota Global Tak Cuma Bangun Fisik

Pagar Tinggi Bikin Citra Buruk

Keberadaan pagar tinggi justru dinilai membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum, Pramon menegaskan situasi Jakarta saat ini kondusif.

"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," tegasnya.

Mantan Seskab itu mengatakan belum ada regulasi yang secara spesifik mengatur tinggi pagar mal hingga perkantoran di Jakarta. Namun, ia menilai pagar yang terlalu tinggi mengurangi kenyamanan dan estetika kota.




(rfs/wnv)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Remaja 14 Tahun di Nabire Bakar Mantan Pacar hingga Tewas
• 2 jam lalu
0
thumb
Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, ASN Kemenag Bekasi Ngaku Tak Ada Unsur Keterpaksaan
• 16 jam lalu
0
thumb
Rabundo Bawa Cita Rasa Bumbu Rendang Asli Minang Menembus Pasar Nasional Melalui Pemberdayaan BRI
• 7 jam lalu
0
thumb
Breaking News! Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Asap Membumbung
• 1 jam lalu
0
thumb
6 Rekomendasi Drakor Ha Young yang Wajib Ditonton, Terbaru jadi Jaksa Amnesia di Our Sticky Love
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.