Moskow (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Spanyol Fernando Grande-Marlaska menuding beberapa negara Eropa mengambil sikap egois dan tidak bertanggung jawab di tengah seruan agar Spanyol dikeluarkan sementara dari kawasan Schengen.
Grande-Marlaska mengatakan sebagian besar negara-negara Uni Eropa justru mendukung Spanyol.
"Namun, ada negara-negara lain yang telah memanfaatkan situasi ini atau menunjukkan sikap yang benar-benar egois, tidak mendukung, dan tidak bertanggung jawab," kata Grande-Marlaska dalam konferensi pers di Kota Ceuta, seperti dilaporkan media Spanyol.
Dia pun mengingatkan bahwa Spanyol telah ikut bertanggung jawab atas krisis migrasi yang melanda negara-negara lain di Eropa.
"Di sini kami sudah berbicara tentang kemunafikan atau pengabaian, tentang tidak memahami situasi; karena semua tahu bahwa Ceuta bukan bagian dari Schengen. Hal ini telah dimanfaatkan semata-mata untuk tujuan politik," kata menteri itu.
Pada Jumat (31/7), pihak berwenang dari beberapa negara Uni Eropa, termasuk Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark, menyerukan penangguhan sementara Spanyol dari Schengen di tengah gelombang arus masuk migran dari Maroko ke Ceuta.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Uni Eropa serukan pengetatan perbatasan usai krisis imigran di Ceuta
Baca juga: Krisis Ceuta: Prancis tegaskan Spanyol tak boleh keluar dari Schengen
Grande-Marlaska mengatakan sebagian besar negara-negara Uni Eropa justru mendukung Spanyol.
"Namun, ada negara-negara lain yang telah memanfaatkan situasi ini atau menunjukkan sikap yang benar-benar egois, tidak mendukung, dan tidak bertanggung jawab," kata Grande-Marlaska dalam konferensi pers di Kota Ceuta, seperti dilaporkan media Spanyol.
Dia pun mengingatkan bahwa Spanyol telah ikut bertanggung jawab atas krisis migrasi yang melanda negara-negara lain di Eropa.
"Di sini kami sudah berbicara tentang kemunafikan atau pengabaian, tentang tidak memahami situasi; karena semua tahu bahwa Ceuta bukan bagian dari Schengen. Hal ini telah dimanfaatkan semata-mata untuk tujuan politik," kata menteri itu.
Pada Jumat (31/7), pihak berwenang dari beberapa negara Uni Eropa, termasuk Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark, menyerukan penangguhan sementara Spanyol dari Schengen di tengah gelombang arus masuk migran dari Maroko ke Ceuta.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Uni Eropa serukan pengetatan perbatasan usai krisis imigran di Ceuta
Baca juga: Krisis Ceuta: Prancis tegaskan Spanyol tak boleh keluar dari Schengen






Komentar (0)