Moskow (ANTARA) - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung usulan dari beberapa negara anggota Uni Eropa untuk menggelar konferensi video darurat yang diikuti para menteri dalam negeri blok tersebut di tengah krisis migrasi di Kota Ceuta, Spanyol.
"Saya telah menerima surat dari beberapa pemimpin dan saya menyambut baik seruan untuk menggelar konferensi video luar biasa guna mengevaluasi apa yang telah terjadi," kata von der Leyen di platform X pada Sabtu.
Dia menambahkan Uni Eropa harus menganalisis situasi saat ini untuk meningkatkan ketahanan Eropa.
Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa telah mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Eropa dan kepresidenan Irlandia di Dewan Uni Eropa untuk meminta digelar konferensi video darurat yang diikuti para menteri dalam negeri di tengah krisis migrasi di Ceuta.
Kota Ceuta adalah sebuah enklave Spanyol di pesisir utara Afrika, yang berbatasan dengan Maroko.
Bersama dengan Kota Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika, serta dianggap sebagai rute utama bagi migrasi ilegal ke Uni Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta menerima arus masuk migran dalam jumlah besar.
Menurut pihak berwenang Spanyol, puluhan ribu orang telah menyeberangi perbatasan secara ilegal dan tiba di wilayah Ceuta.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Uni Eropa serukan pengetatan perbatasan usai krisis imigran di Ceuta
Baca juga: Swedia-Finlandia desak Spanyol bertindak cepat hadapi arus migran
"Saya telah menerima surat dari beberapa pemimpin dan saya menyambut baik seruan untuk menggelar konferensi video luar biasa guna mengevaluasi apa yang telah terjadi," kata von der Leyen di platform X pada Sabtu.
Dia menambahkan Uni Eropa harus menganalisis situasi saat ini untuk meningkatkan ketahanan Eropa.
Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa telah mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Eropa dan kepresidenan Irlandia di Dewan Uni Eropa untuk meminta digelar konferensi video darurat yang diikuti para menteri dalam negeri di tengah krisis migrasi di Ceuta.
Kota Ceuta adalah sebuah enklave Spanyol di pesisir utara Afrika, yang berbatasan dengan Maroko.
Bersama dengan Kota Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika, serta dianggap sebagai rute utama bagi migrasi ilegal ke Uni Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta menerima arus masuk migran dalam jumlah besar.
Menurut pihak berwenang Spanyol, puluhan ribu orang telah menyeberangi perbatasan secara ilegal dan tiba di wilayah Ceuta.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Uni Eropa serukan pengetatan perbatasan usai krisis imigran di Ceuta
Baca juga: Swedia-Finlandia desak Spanyol bertindak cepat hadapi arus migran






Komentar (0)