Inggris: Gelombang panas yang melanda Inggris pada periode musim panas tahun ini menyebabkan lonjakan angka kematian. Dalam periode cuaca panas yang terjadi sepanjang Mei dan Juni 2026, tercatat sebanyak 2.877 orang diperkirakan meninggal dunia akibat suhu ekstrem.
Berdasarkan Data Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menunjukkan, sebanyak 753 kematian terjadi selama periode 24 hingga 27 Mei. Angka tersebut kemudian meningkat tajam dengan tambahan 2.124 kematian saat gelombang panas ekstrem melanda pada 21 hingga 28 Juni.
Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa akibat cuaca panas pada dua bulan tersebut mencapai 2.877 orang. Angka itu disebut mencapai dua kali lipat dibandingkan total kematian terkait cuaca panas yang tercatat sepanjang tahun lalu.
Baca Juga :
Kebakaran Hutan di Inggris Nyaris Menyambar Pembangkit Listrik Tenaga NuklirSementara itu, Badan Meteorologi Inggris mencatat suhu maksimum mencapai 31,5 derajat Celcius di Kebun Raya Kew dan 37,7 derajat Celcius di Linwood, Norfolk. Suhu tinggi tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan hingga kematian selama musim panas tahun ini.





Komentar (0)