Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyatakan bahwa skuad Bajol Ijo masih perlu melakukan banyak evaluasi meski menjadi pemuncak Grup B Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Port FC 2-1, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam.
"Ini masih pramusim. Tentu masih banyak hal yang harus kami lakukan dan kami ubah jika ingin menjadi tim yang lebih baik," kata Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menilai aspek yang harus dibenahi ialah kualitas penguasaan bola dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.
Ia mencontohkan saat Persebaya unggul 2-1 dan menghadapi lawan yang bermain dengan 10 orang, seharusnya mampu mengendalikan pertandingan serta menciptakan lebih banyak peluang.
"Kalau umpan kami lebih akurat dan pengambilan keputusan lebih baik, kami bisa mencetak gol ketiga atau keempat," ucapnya.
Tavares menjelaskan kekurangan tersebut tidak lepas dari proses adaptasi skuad yang mengalami banyak perubahan pada musim ini, termasuk sejumlah pemain asing yang masih membangun pemahaman dengan rekan setimnya.
Selain itu, ia mengatakan rotasi pemain yang dilakukan sepanjang Piala Presiden merupakan bagian dari upaya melihat kemampuan pemain di berbagai posisi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Perkembangan tersebut, lanjutnya, menjadi modal positif bagi Persebaya, untuk mematangkan permainan sebelum kompetisi Super League musim 2026/2027.
"Kalau bukan sekarang waktunya mencoba, kapan lagi. Saat liga dimulai saya tidak bisa lagi bereksperimen," tuturnya.
Sementara itu, gelandang Persebaya Jefferson mengatakan para pemain terus mengalami perkembangan karena mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
Menurut dia, rotasi pemain juga membantu menjaga kebugaran skuad di tengah jadwal pertandingan yang padat sehingga tim dapat mempertahankan performa.
"Kami harus tetap rendah hati, berkembang selangkah demi selangkah, dan terus berusaha menjadi lebih baik," katanya.
Baca juga: Persebaya akhiri perlawanan Port FC 2-1 di Piala Presiden 2026
"Ini masih pramusim. Tentu masih banyak hal yang harus kami lakukan dan kami ubah jika ingin menjadi tim yang lebih baik," kata Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menilai aspek yang harus dibenahi ialah kualitas penguasaan bola dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.
Ia mencontohkan saat Persebaya unggul 2-1 dan menghadapi lawan yang bermain dengan 10 orang, seharusnya mampu mengendalikan pertandingan serta menciptakan lebih banyak peluang.
"Kalau umpan kami lebih akurat dan pengambilan keputusan lebih baik, kami bisa mencetak gol ketiga atau keempat," ucapnya.
Tavares menjelaskan kekurangan tersebut tidak lepas dari proses adaptasi skuad yang mengalami banyak perubahan pada musim ini, termasuk sejumlah pemain asing yang masih membangun pemahaman dengan rekan setimnya.
Selain itu, ia mengatakan rotasi pemain yang dilakukan sepanjang Piala Presiden merupakan bagian dari upaya melihat kemampuan pemain di berbagai posisi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Perkembangan tersebut, lanjutnya, menjadi modal positif bagi Persebaya, untuk mematangkan permainan sebelum kompetisi Super League musim 2026/2027.
"Kalau bukan sekarang waktunya mencoba, kapan lagi. Saat liga dimulai saya tidak bisa lagi bereksperimen," tuturnya.
Sementara itu, gelandang Persebaya Jefferson mengatakan para pemain terus mengalami perkembangan karena mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
Menurut dia, rotasi pemain juga membantu menjaga kebugaran skuad di tengah jadwal pertandingan yang padat sehingga tim dapat mempertahankan performa.
"Kami harus tetap rendah hati, berkembang selangkah demi selangkah, dan terus berusaha menjadi lebih baik," katanya.
Baca juga: Persebaya akhiri perlawanan Port FC 2-1 di Piala Presiden 2026






Komentar (0)