Ngawi: Kemarau yang telah berlangsung selama dua bulan menyebabkan krisis air bersih di Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sumur-sumur milik warga mengering sehingga mereka harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih dari satu-satunya sumur yang masih memiliki sumber air.
Setiap hari, warga membawa ember dan galon bekas untuk mengambil air. Demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, mereka harus bolak-balik hingga 10 kali dari permukiman menuju sumur tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ngawi segera menyalurkan bantuan air bersih dan memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air yang terjadi selama musim kemarau.
Lilik, salah seorang warga, mengatakan hanya ada satu sumur yang masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Karena di sini adalah satu-satunya airnya yang masih ada airnya, bersih," ujar Lilik dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca Juga :
Desa yang Hilang di Bendungan Karian Muncul Kembali ke Permukaan"Udah pada nggak ada, udah kering," katanya.
Menurut Lilik, air yang diambil dari sumur tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
"Untuk masak, minum, mandi, dan lain-lain," ucapnya.





Komentar (0)