Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum berhasil dipadamkan. Pemadaman dari udara dinilai menjadi langkah paling efektif karena titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Karhutla di Aceh Barat terus meluas akibat kemarau panjang, tiupan angin kencang, serta kondisi lahan gambut yang mudah terbakar. Personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik api.
Kepala BPBD Aceh Barat, Ronald Nehdiansyah, mengatakan petugas belum mampu memadamkan api secara menyeluruh. Upaya yang dilakukan saat ini masih sebatas penyekatan untuk mencegah api meluas karena minimnya sumber air di lokasi kebakaran.
Baca Juga :
BMKG: El Nino Diperkirakan Berlangsung hingga Awal 2027Ia berharap dukungan helikopter water bombing dapat segera direalisasikan agar titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat dapat dipadamkan.
"Awalnya memang BNPB sudah membantu kita dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tapi kegiatan tersebut sudah diselesaikan sampai dengan tanggal 26 Juli yang lalu. Saat ini kita coba menyimpulkan kondisi terkini di lapangan untuk memastikan ada penanganan lanjutan dari BNPB. Kita akan mohon water bombing mungkin dalam waktu dekat ini," katanya.





Komentar (0)