VIVA – Bentrokan kembali pecah antara pasukan keamanan Maroko dan ratusan imigran yang mencoba menerobos perbatasan menuju Melilla, wilayah otonom yang dikelola Spanyol, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Sejumlah rekaman video yang diunggah oleh aktivis di media sosial serta media lokal Maroko memperlihatkan konfrontasi yang sengit antara kelompok imigran dan personel keamanan.
Portal berita Maroko, Hibapress, melaporkan bahwa bentrokan tersebut terjadi menyusul upaya penyerbuan massal di pos lintas perbatasan.
Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah petugas keamanan dan imigran terluka.
Media tersebut melaporkan pihak berwenang telah menangkap 50 orang yang terlibat dalam aksi penerobosan.
Akibat upaya penyeberangan massal yang berulang, Pos Perbatasan Beni Ansar yang menghubungkan Kota Beni Ansar di Maroko dengan Melilla terpaksa ditutup selama dua hari berturut-turut.
Penutupan jalur darat itu mengganggu arus perjalanan masyarakat, khususnya warga diaspora Maroko yang akan kembali dari luar negeri.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 48.300 orang telah kembali ke Maroko hingga Jumat (31/7) pukul 16.00 GMT atau 23.00 WIB dari total perkiraan 60.000 imigran yang sempat memasuki wilayah Ceuta dalam beberapa hari terakhir.
Otoritas Spanyol menyatakan sejumlah imigran tewas tenggelam saat berusaha berenang menuju Ceuta, sementara beberapa korban jiwa lainnya meninggal akibat terinjak-injak dalam kerumunan di dekat pagar perbatasan.
Jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi di wilayah Spanyol kini meningkat menjadi 57 korban, sementara operasi pencarian masih terus dilakukan di tengah kekhawatiran adanya korban hilang lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu warga Maroko berkumpul di sekitar pagar perbatasan dalam upaya mencapai Ceuta dan Melilla untuk melanjutkan perjalanan ke Eropa, melalui jalur migrasi nonprosedural.
Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah kantong yang berada di bawah administrasi Spanyol di pesisir utara Maroko, sekaligus menjadi satu-satunya perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika. (ant)






Komentar (0)