Jokowi Disambut Hangat di NTT, Ahmad Ali: Rakyat Tidak Lupa yang Membangun Daerahnya

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan bahwa sambutan hangat masyarakat NTT terhadap Joko Widodo bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.

Menurutnya, apresiasi tersebut lahir dari rekam jejak pembangunan yang selama satu dekade telah mengubah wajah NTT secara nyata.

BACA JUGA: Jokowi Hebohkan CFD Kupang, Warga: Bapak Kesayangan Pulang Kampung

“Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Ali.

Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Joko Widodo, NTT menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian besar dalam agenda pembangunan Indonesia-sentris.

BACA JUGA: Jokowi Dikerubuti Warga Saat Jalan Santai di CFD Kupang

Berbagai bendungan strategis seperti Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef dibangun untuk menjawab persoalan air dan mendukung ketahanan pangan.

Infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, hingga kawasan perbatasan juga terus diperkuat agar masyarakat di wilayah timur Indonesia memiliki akses dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.

BACA JUGA: Jokowi Kembali ke NTT, Sukarelawan Sebut Seperti Menunggu Keluarga Pulang

Menurut Ahmad Ali, salah satu warisan terbesar pemerintahan Joko Widodo di NTT adalah transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

Penataan kawasan, pengembangan Bandara Komodo, peningkatan infrastruktur pendukung, hingga masuknya berbagai investasi telah mengangkat nama Labuan Bajo sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia yang dikenal secara internasional.

“Selama bertahun-tahun, NTT sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Pak Jokowi mengubah cara pandang itu dengan menghadirkan pembangunan yang nyata dan menempatkan Indonesia Timur sebagai bagian penting dari masa depan bangsa. Itulah mengapa kedatangannya hari ini bukan sekadar kunjungan seorang mantan Presiden, tetapi kunjungan seorang pemimpin yang pernah meninggalkan jejak pembangunan yang masih dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Ahmad Ali menegaskan bahwa dalam demokrasi setiap orang berhak memiliki pilihan politik yang berbeda.

Namun, menurutnya, menghargai pemimpin yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah merupakan bentuk kedewasaan demokrasi.

“Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kita juga harus objektif melihat fakta. Ketika bendungan berdiri, jalan terbangun, akses ekonomi terbuka, pariwisata berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itu adalah karya yang akan selalu diingat. Jabatan bisa berakhir, tetapi pengabdian yang dirasakan rakyat akan selalu hidup dalam ingatan mereka,” ujar Ahmad Ali.

Ahmad Ali berharap kunjungan Joko Widodo ke NTT dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja nyata yang berpihak kepada rakyat. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Dimulai, Gus Ipul: Bentuk Karakter Siswa
• 7 jam lalu
0
thumb
Niat Cari Istri, Pria Ini Malah Dikeroyok di Kalimalang
• 10 jam lalu
0
thumb
Petakan 4 Isu Strategis Perbatasan, BNPP RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Rencana Aksi 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Prabowo Soroti Konflik Global: Perang Ukraina hingga Timur Tengah Jadi Ancaman Dunia
• 7 jam lalu
0
thumb
Unik, Booth Mercedes di GIIAS 2026 Pamerkan Mobil Jadul Buatan 1886
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.