Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan sebagai wujud penguatan identitas budaya yang berjalan beriringan dengan karakter utama kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pembangunan Jakarta tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi semata.

Advertisement

BACA JUGA: Inspirasi Makeup untuk Tampil Menawan dalam Balutan Kebaya

Penguatan identitas budaya harus berjalan beriringan sebagai bagian dari karakter utama kota. Sebagai kota yang multikultural, multietnis, dan terbuka, Pramono menegaskan komitmen penuh Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan.

Ruang-ruang publik strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, hingga kawasan Maramis dipersiapkan secara aktif untuk menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional.

“Inilah yang namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama. Apalagi kebaya ini merupakan warisan budaya takbenda yang sudah diakui UNESCO. Kalau bukan kita yang merawat, pasti tidak ada,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Pramono juga menyoroti pentingnya pelestarian kebaya lintas etnis, mulai dari kebaya Betawi, Enci, Jawa, Madura, hingga ragam kebaya dari berbagai daerah di Nusantara.

Pemprov DKI Jakarta bersama Perhimpunan Kebayaku sukses menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”.

Acara yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Kota Jakarta pada 2027. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pramono bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta para duta besar negara sahabat.

Mengusung tema “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global yang modern, tetapi tetap berakar pada identitas dan tradisi.

Pada kesempatan yang sama, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Kebayaku atas konsistensi dan dedikasinya dalam melestarikan kebaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat lintas generasi.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintahan Trump Akan Pungut Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing Bekerja di AS Usai Lulus Kuliah
• 13 jam lalu
0
thumb
Pemisahan MBG dari Anggaran Pendidikan Baru Tahun 2028
• 10 jam lalu
0
thumb
Tafsir Anggaran MBG Masuk Dana Pendidikan Dipatahkan MK
• 9 jam lalu
0
thumb
Nikita Mirzani Jadi Duta Wartelsuspas Rutan Pondok Bambu, Kanwil Ditjenpas Jakarta: Sudah Ditampilkan di Medsos
• 16 jam lalu
0
thumb
Saling Balas! Mendagri Tito & Deddy PDIP Singgung Kasus Ayah Tewas di Tabanan saat Rapat DPR
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.