Makassar (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berkolaborasi dengan Hokkaido University, Jepang, dalam pengembangan riset perawatan penyakit periodontal atau penyakit jaringan penyangga gigi berkaitan dengan kondisi gusi dan gigi.
Dekan FKG Unhas Erni Marlina drg PhD dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, mengatakan kolaborasi ini merupakan ruang pertukaran pengetahuan bagi sivitas akademika dan praktisi, khususnya dalam mengikuti perkembangan riset serta penerapannya pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Sementara itu, Prof Naoki Takahashi DDS dari Department of Periodontology, Graduate School of Dental Medicine, Hokkaido University, mengatakan pemahaman terhadap dasar-dasar periodontologi merupakan aspek mendasar dalam pencegahan, diagnosis, dan penatalaksanaan penyakit periodontal.
Ia menjelaskan, kemajuan riset dan teknologi turut memperluas ruang lingkup periodontik. Selain fokus pada pengobatan penyakit gusi, bidang ini juga mengembangkan pendekatan preventif, regeneratif, dan rehabilitatif.
Baca juga: Unhas dan tiga universitas di Jepang kolaborasi peningkatan mutu
Pemanfaatan teknik diagnosis yang semakin presisi, biomaterial, serta evidence-based dentistry membuka peluang untuk meningkatkan keberhasilan perawatan sekaligus menyesuaikan terapi dengan kebutuhan pasien.
Simposium ini juga menyoroti hubungan kesehatan periodontal dengan penyakit sistemik, termasuk diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular.
Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan rongga mulut perlu dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum. Karena itu, peningkatan kapasitas dokter gigi di bidang periodonsia menjadi penting untuk mendukung layanan kesehatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien.
Periodontologi merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari jaringan penyangga gigi, meliputi gingiva atau gusi, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.
Baca juga: Fuxin Education China dan Unhas fokus penguatan internasionalisasi
Jaringan-jaringan ini berperan menjaga gigi tetap kokoh pada posisinya. Gangguan pada jaringan tersebut dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang penyangga, hingga kehilangan gigi apabila tidak ditangani secara tepat.
Dekan FKG Unhas Erni Marlina drg PhD dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, mengatakan kolaborasi ini merupakan ruang pertukaran pengetahuan bagi sivitas akademika dan praktisi, khususnya dalam mengikuti perkembangan riset serta penerapannya pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Sementara itu, Prof Naoki Takahashi DDS dari Department of Periodontology, Graduate School of Dental Medicine, Hokkaido University, mengatakan pemahaman terhadap dasar-dasar periodontologi merupakan aspek mendasar dalam pencegahan, diagnosis, dan penatalaksanaan penyakit periodontal.
Ia menjelaskan, kemajuan riset dan teknologi turut memperluas ruang lingkup periodontik. Selain fokus pada pengobatan penyakit gusi, bidang ini juga mengembangkan pendekatan preventif, regeneratif, dan rehabilitatif.
Baca juga: Unhas dan tiga universitas di Jepang kolaborasi peningkatan mutu
Pemanfaatan teknik diagnosis yang semakin presisi, biomaterial, serta evidence-based dentistry membuka peluang untuk meningkatkan keberhasilan perawatan sekaligus menyesuaikan terapi dengan kebutuhan pasien.
Simposium ini juga menyoroti hubungan kesehatan periodontal dengan penyakit sistemik, termasuk diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular.
Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan rongga mulut perlu dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum. Karena itu, peningkatan kapasitas dokter gigi di bidang periodonsia menjadi penting untuk mendukung layanan kesehatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien.
Periodontologi merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari jaringan penyangga gigi, meliputi gingiva atau gusi, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.
Baca juga: Fuxin Education China dan Unhas fokus penguatan internasionalisasi
Jaringan-jaringan ini berperan menjaga gigi tetap kokoh pada posisinya. Gangguan pada jaringan tersebut dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang penyangga, hingga kehilangan gigi apabila tidak ditangani secara tepat.






Komentar (0)