Polda Metro: Keluarga Belum Merespons Terkait Keberadaan Atlet Golf Jesslyn

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya mengaku belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga dari atlet golf Jesslyn Wijaya yang hingga kini keberadaannya masih misterius. Padahal, polisi ingin menggali keterangan keluarga untuk mendalami peristiwa ini.

"Saat sekarang penyelidik masih coba untuk mendalami tetapi masih belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Monas, Sabtu (1/8).

Budi menjelaskan, sejumlah upaya penyelidikan kini telah dilakukan oleh pihaknya. Dari hasil penelusuran sementara, Jesslyn memang terdeteksi beberapa kali berpindah lokasi.

"Sudah dilakukan proses penyelidikan sampai dengan mendapat manifest termasuk CCTV bahwa yang bersangkutan terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Kuala Lumpur dan sampai saat ini sudah bergeser lagi ke Thailand," beber Budi.

Budi berharap keluarga mau memberikan keterangan kepada polisi. Sebab, keterangan mereka dianggap penting.

"Nah, ya kami juga masih meminta waktu kepada pihak keluarga baik itu kerabat dekat orang tua untuk memberikan informasi, respons terkait tentang adanya informasi ataupun isu tentang penculikan ini. Karena yang tahu persis kan pihak keluarga," ucapnya.

Kasus ini bermula dari laporan yang dibuat oleh temannya terkait dugaan penculikan Jesslyn saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Menurut kuasa hukum keluarga, korban diduga dibawa paksa oleh lima pria dan sejak saat itu tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya.

Belakangan, Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap fakta baru terkait dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya. Informasi terbaru yang diterima polisi, Jesslyn dibawa oleh orang-orang suruhan ibunya saat meninggalkan Indonesia.

"Kita tahu, sudah tahu. Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh. Nah, sekarang kita tinggal bagaimana penerimaan Jesslyn terhadap kegiatan atau peristiwa tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).

Ia mengatakan, keberadaan Jesslyn, diterima polisi dari sebuah video testimoni. Namun hingga kini polisi masih meminta komunikasi lewat video call dengan Jesslyn, untuk mencari tahu apakah ia dibawa paksa atau pergi secara sukarela.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepuasan Publik ke Prabowo Turun di Survei SRMC, Bakom Pastikan Pemerintah Evaluasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemprov Jakarta Godok Rencana Pajak Kendaraan Listrik, Dilakukan Secara Bertahap
• 19 menit lalu
0
thumb
Khofifah Menegaskan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Harus Bebas Perundungan dan Perkuat Karakter
• 22 jam lalu
0
thumb
Ikut Jejak Ayahnya, Anak Anggota DPRD Medan Juga Jadi Tersangka Pengeroyokan
• 3 jam lalu
0
thumb
Pilot Asal Malaysia yang Selundupkan 70 Ribu Ekstasi Terancam Hukuman Mati
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.