FBR Desak Penerbitan Pergub Lembaga Adat-Kebudayaan Betawi, Pramono: Segera Kami Selesaikan

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
FBR Desak Penerbitan Pergub Lembaga Adat-Kebudayaan Betawi, Pramono: Segera Kami SelesaikanNasional | sindonews | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:35Dengarkan Berita

Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) KH. Lutfi Hakim meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Lembaga Adat-Kebudayaan Betawi. Hal ini ditujukan untuk memberi perlindungan dan kepastian hukum terhadap kegiatan serta pelestarian budaya.

Lutfi berkata, Jakarta akan genap berusia 5 abad. Ia menyatakan masyarakat Betawi tidak pernah takut dengan perubahan sejak dulu. Bahkan, kata dia, Betawi lahir dari perjumpaan serta tumbuh karena keterbukaan.

"Tapi, izinkan saya menyampaikan satu kegelisahan. Apa arti sebuah kota global apabila anak-anak kandungnya kehilangan rasa memiliki? Apa arti gedung-gedung yang menjulang tinggi mencakar langit apabila akar kebudayaannya perlahan menghilang? Apa arti kemajuan ekonomi apabila kebudayaan hanya menjadi dekorasi pada perayaan tahunan?" kata Lutfi saat berpidato di acara Milad ke-25 FBR di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga:Kelangkaan Solar di Surabaya, Pemprov Jatim Tambah Kuota Distribusi

Baca juga: Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru, Sita Dokumen TPPU

Kendati demikian, Lutfi ingin masyarakat Betawi tetap bangga dengan budayanya. Dalam kesempatan itu, ia meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menerbitkan Pergub terkait Lembaga Adat-Kebudayaan Betawi.

"Hari ini kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap agar amanah undang-undang benar-benar diwujudkan melalui hadirnya Peraturan Gubernur tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi," katanya.

Baginya, regulasi itu merupakan ikhtiar besar untuk melestarikan budaya Betawi. "Mengapa pergub ini begitu krusial bagi kami? Karena di dalam lembaran-lembaran kertas tersebut mengalir urat nadi perlindungan budaya dan ekonomi budaya masyarakat kita, betul?" ucapnya.

"Ini bukan sekedar regulasi di atas kertas, Pak Gubernur. Pergub ini adalah payung hukum yang melindungi sanggar-sanggar budaya kita, menghidupkan pengrajin, seniman, budayawan, dan membuka lapangan kerja bagi anak-anak Betawi agar mereka bisa mandiri secara ekonomi lewat jalur pelestarian dan pengembangan budaya mereka sendiri," tambahnya.

Baca Juga:Waspada! Penipuan Berkedok Bantuan Bedah Rumah, Pria Ngaku Petugas Dinsos Ditangkap

Merespons itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan segera menindaklanjuti usulan tersebut. Namun, ia meminta agar masyarakat Betawi dapat menjalin komunikasi yang baik dengan Pemprov DKI Jakarta."Saudara-saudara sekalian, apa yang menjadi aspirasi dan perhatian dari Kyai Lutfi akan segera kami tindaklanjuti dan selesaikan. Namun, saya juga menitipkan pesan: apabila langkah ini sudah berjalan dan Pergubnya segera kita siapkan, mari kita kedepankan komunikasi yang lebih hangat dan lembut. Hal-hal yang biasanya dihadapi dengan kekerasan atau sikap bersikeras, mari kita diskusikan secara baik-baik," kata Pramono.

Pramono menyatakan, pihaknya akan menyiapkan penerbitan pergub tersebut. Ia juga tak ingin "cawe-cawe" dalam penentuan figur yang ada di kepengurusan lembaga adat Betawi.

"Segera kita siapkan Pergub untuk lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini. Mengenai urusan penempatan kepengurusan dan sebagainya di kemudian hari, silakan disepakati bersama. Saya tidak akan ikut campur, tugas saya adalah memfasilitasi hal tersebut," terang Pramono.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peredaran Sabu di Karanganyar Dibongkar Polisi, 2 Pelaku Ditangkap 1 Orang Buron
• 6 jam lalu
0
thumb
1.000 Orang Tewas, Benarkah Gempa Besar Akan Menghantam Jepang?
• 1 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar Pabrik Rumahan Ganja Sintetis, 2 Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup
• 18 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Kami Siap Hormati Pendapat Semua Pihak
• 22 menit lalu
0
thumb
Istana untuk Anak Sekolah Kembali Digelar, 85 Santri dan 200 Anak Rentan Ikuti Kegiatan Edukatif di Istana
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.