Ketum Kadin Paparkan 4 Program Cepat untuk Dukung Agenda Ekonomi Nasional di Hadapan Prabowo

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia menegaskan komitmen dunia usaha untuk turut mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasinal melalui berbagai upaya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam pertemuan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ketum Kadin yang akrab disapa Anin itu menjelaskan bahwa Kadin telah menjalankan 4 program cepat (quick wins) sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai agenda prioritas pemerintah di bidang ekonomi, kesehatan, ketenagakerjaan, dan perumahan.

"Kami langsung mengonsolidasikan segala macam kekuatan di Kadin dan meluncurkan empat quick wins yang kami lihat bisa mendongkrak perekonomian karena mempunyai dampak yang besar," kata Anin, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Anin mengatakan keempat program tersebut dipilih karena dinilai berdampak besar terhadap perekonomian nasional.

Pertama, Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Gotong Royong. Hingga saat ini, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur MBG, dengan 128 dapur di antaranya berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Anin menjelaskan, Kadin dukungan terhadap MBG berlandaskan pada riset UNICEF yang menunjukkan setiap 1 dolar AS investasi pada program gizi dapat menghasilkan dampak ekonomi berlipat.

Kedua, Satuan Tugas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Satgas PKG). Dalam mendukung program itu, Kadin meluncurkan buku putih (white paper) bertajuk Health Is The New Wealth yang memuat potensi nilai ekonomi sektor kesehatan mencapai sekitar Rp670 triliun.

"Kami ketahui bahwa health itu adalah Rp670 triliun, dan setiap Rp1 yang dikeluarkan bisa menghasilkan Rp2 sampai Rp3," ucapnya.

Ketiga, Kadin menjalankan program perlindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia. Anin mengatakan program tersebut menyasar sekitar 208.000 pekerja migran melalui sertifikasi dan pelatihan agar memiliki kompetensi lebih tinggi serta meningkatkan kontribusi devisa negara.

Keempat, yakni program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah.

Menurutnya, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian dan berpotensi menciptakan hingga 19 juta lapangan kerja.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dosen UNISA Bandung Berdayakan Lansia Sukapura Lewat Terapi SEFT dan Mindfulness Islami
• 2 jam lalu
0
thumb
Pemerintah RI targetkan stop impor garam per akhir 2027
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Normalisasi Telkom 6,2% pada Semester I 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI, Bebaskan Pajak Daerah Agustus 2026, Ringankan Beban Masyarakat
• 6 jam lalu
0
thumb
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 2,2 Juta Rokok Ilegal Bernilai Rp 3,4 Miliar
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.