Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba, Bea Cukai Soetta Tingkatkan Pengawasan Awak Pesawat

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan seluruh awak pesawat, baik dari maskapai internasional maupun domestik.

Langkah tersebut diambil setelah terungkapnya kasus penyelundupan lebih dari 25 kilogram narkotika jenis ekstasi yang diduga melibatkan seorang pilot asal Malaysia.

Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang Kepala KPU Bea dan Cukai Soekarno-Hatta mengatakan, jalur khusus bagi awak pesawat tetap disediakan karena merupakan bagian dari prosedur operasional.

Namun, setelah kasus tersebut terungkap, pengawasan terhadap pilot dan kru penerbangan akan ditingkatkan melalui pemeriksaan acak yang lebih ketat.

“Kalau jalur khusus crew itu memang kewajiban kita menyediakan. Tapi berarti dengan kejadian ini maka kami akan melakukan random misalnya pengecekan lebih ketat lagi terhadap pilot dan crew dari penerbangan,” kata Hengky di Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Hengky, kasus ini menjadi bahan evaluasi penting terhadap sistem pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta agar penyelundupan narkotika dengan memanfaatkan jalur awak pesawat tidak kembali terjadi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengetatan yang dilakukan hanya menyasar pemeriksaan barang bawaan. Sementara pemeriksaan kesehatan maupun tes narkoba terhadap awak pesawat merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan dan masing-masing maskapai.

“Pengetatan screening ini berlaku bagi seluruh awak pesawat, baik warga negara asing maupun awak pesawat Indonesia yang melayani rute penerbangan,” ujarnya dilansir dari Antara.

Kasus ini bermula dari penangkapan pilot asal Malaysia berinisial MS (39) yang diduga menjadi kurir jaringan narkotika internasional. Berdasarkan hasil pemeriksaan, MS dinyatakan positif mengonsumsi beberapa jenis narkotika.

“Jadi pilot ini positif MDMA, ekstasi, methamphetamine, dan kokain di dalam tes urinnya. Berarti kemungkinan pada saat menerbangkan ke Indonesia posisinya memakai,” ungkap Hengky.

Pilot tersebut diketahui menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur–Jakarta dengan nomor penerbangan MH727 yang mengangkut sekitar 170 penumpang. Dugaan bahwa pilot berada di bawah pengaruh narkotika saat mengoperasikan pesawat menjadi perhatian serius aparat.

Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka diduga telah tiga kali terlibat dalam penyelundupan narkotika lintas negara. Aksi pertama disebut membawa sabu ke Sabah, Malaysia.

Selanjutnya, ia diduga menyelundupkan sabu seberat sekitar tujuh kilogram ke Jakarta. Aksi ketiga berakhir dengan penangkapan setelah membawa ekstasi dan sabu ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Petugas juga menemukan narkotika jenis sabu seberat sekitar empat gram di dalam barang pribadi milik tersangka.

“Ternyata selain dari 14 bungkus ini, dia pun membawa 4 gram metampetamin. Kalau tadi ekstasi, ini metampetamin, sabu di tempat barang pribadinya,” kata Hengky.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 14 bungkus berisi total 70.144 butir ekstasi disembunyikan di dalam koper bagasi milik tersangka. Paket-paket tersebut diletakkan di bawah tumpukan pakaian untuk mengelabui petugas.

“Di dalam koper besar tersebut, total ada sebanyak 14 bungkus ekstasi yang berisi total 70.144 butir disembunyikan di bawah tumpukan pakaian,” ujarnya.

Menurut Bea Cukai, tersangka memanfaatkan fasilitas jalur khusus awak pesawat atau claim tag crew saat proses kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta sehingga proses pemeriksaan berbeda dengan penumpang reguler.

Penyidik juga mendalami keterlibatan jaringan yang mengendalikan aksi penyelundupan tersebut. Berdasarkan pengakuan awal, tersangka dijanjikan bayaran sekitar 50.000 ringgit Malaysia atau setara kurang lebih Rp220 juta untuk sekali menjalankan misi penyelundupan.

“Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan itu dia diupah 50.000 Ringgit. Itu berdasarkan pemeriksaan sementara,” kata Hengky.

Saat ini aparat masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap aktor utama dan jaringan narkotika internasional yang diduga berada di balik aksi penyelundupan tersebut. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tukin TNI Naik, Dosen dan Guru Tertinggal: Politik Anggaran yang Dipertanyakan
• 5 jam lalu
0
thumb
Sebelum Pasang Dashcam di Mobil, Kenali Dulu 5 Fitur Penting Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan
• 16 jam lalu
0
thumb
Di INZS 2026, Utusan PBB Retno Marsudi Desak Percepatan SDGs Air Bersih
• 3 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Rincian Draf Persetujuan Hamas Serahkan Senjata? 7 Tanya Jawab Ini Menjelaskannya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.