Kapal Terbakar di Samarinda, Dipastikan Tak Ganggu Jadwal Pelayaran Penumpang

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda memastikan insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor (KM) Prince Soya di Pelabuhan Samarinda tidak akan mengganggu kelancaran transportasi laut.

Otoritas pelabuhan telah menyiapkan kapal pengganti agar jadwal keberangkatan penumpang tetap berjalan sesuai rencana.

Yuliansyah Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda mengatakan, pihaknya langsung melakukan langkah mitigasi setelah kebakaran terjadi.

Salah satunya dengan menyiapkan armada pengganti untuk melayani penumpang yang telah membeli tiket.

“Kami segera mengambil langkah mitigasi menyeluruh agar jadwal pelayaran ribuan penumpang tidak telantar akibat insiden ini,” kata Yuliansyah di Samarinda, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, kapal pengganti telah disiapkan dan dipastikan memenuhi standar kelayakan operasional sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berlangsung.

KM Prince Soya yang memiliki kapasitas sekitar 1.800 penumpang sejatinya dijadwalkan berlayar pada Minggu (2/8/2026) pukul 14.00 WITA.

Namun, setelah insiden kebakaran, seluruh penumpang akan dialihkan ke armada lain yang telah disiagakan.

“Seluruh hak penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket pelayaran secara daring tetap terpenuhi secara utuh melalui armada yang telah disiagakan,” ujarnya dilansir dari Antara.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.02 WITA saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Samarinda. Kepulan asap hitam terlihat muncul dari bagian dek kapal dan langsung memicu respons cepat petugas pelabuhan.

Yuliansyah mengatakan petugas jaga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan PT Pelindo untuk mengerahkan armada pemadam kebakaran.

“Tindakan petugas jaga sangat sigap menghubungi pimpinan untuk mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pelindo guna segera mengerahkan armada pemadam,” katanya.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman dengan memfokuskan penyemprotan air pada area dek sebelah kanan kapal yang menjadi titik munculnya api.

KSOP turut mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu proses penanganan di area dermaga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh permasalahan pada salah satu tangki yang berisi oli.

“Untuk sementara waktu kami telah menyatakan bahwa insiden kebakaran ini dipicu oleh adanya indikasi permasalahan awal pada sebuah tangki yang berisi oli,” jelas Yuliansyah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Tim ahli bersama aparat kepolisian saat ini masih melakukan investigasi di lokasi kejadian.

Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena kapal sedang tidak mengangkut penumpang dan berada dalam kondisi kosong saat bersandar di pelabuhan.

KSOP Samarinda memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan terhadap standar keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa.

“Kami akan terus memperketat pengawasan standar keselamatan pelayaran pascainsiden ini guna menjamin keamanan seluruh pengguna jasa transportasi,” tutur Yuliansyah. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ayah Bunda Hati-Hati Helicopter Parenting, Haram Buat Masa Depan Anak
• 2 jam lalu
0
thumb
OMEGA X umumkan tur Asia pertamanya “BEYOND”
• 17 jam lalu
0
thumb
Doa Kebangsaan di Monas, 13 Perjalanan KA Berhenti di Stasiun Jatinegara
• 1 jam lalu
0
thumb
Heboh Mal Pasang Pagar Tinggi, Penasihat Prabowo: Doakan Bangsa Kita Aman
• 23 jam lalu
0
thumb
Perbedaan Mindful Spending dan Frugal Living
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.