Ada Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Catat Rekayasa Lalu Lintas dari Dishub Jakarta

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026). Rekayasa dilakukan karena adanya kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.

Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan Zikir dan Doa Kebangsaan akan berlangsung pada pukul 17.00-21.30 WIB. Karena itu, Dishub akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan secara situasional.

Baca Juga
  • 15 Amalan yang Membuat Malaikat Mendoakan dan Memohonkan Ampunan untuk Kita
  • Dalil Khatib Sholat Jumat tak Mengangkat Tangan saat Berdoa
  • Pimpin Doa Akad Massal Rumah Subsidi, KH Zulfa: Semoga Membawa Kesejahteraan

"Untuk menghindari kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut, pengguna jalan agar menggunakan rute alternatif," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, Dishub telah menyiapkan sejumlah rute alternatif bagi kendaraan yang datang dari arah Harmoni, Bundaran HI, Tanah Abang, Tugu Tani, hingga Kramat-Salemba. Pengalihan arus dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan akan dipandu petugas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain rekayasa lalu lintas, Budi mengatakan pihaknya juga menyiapkan 19 lokasi kantong parkir di sejumlah titik, antara lain Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Bank Indonesia, Kementerian Agama, Perpustakaan Nasional, Lemhannas, hingga Masjid Istiqlal. Pengunjung diminta tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Budi mengimbau masyarakat yang akan menghadiri kegiatan memanfaatkan layanan angkutan umum, khususnya Transjakarta, yang tetap beroperasi normal. Namun, apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas, operasional layanan akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Ia menambahkan, pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan menuju lokasi kegiatan, terutama masyarakat yang akan berangkat atau menuju Stasiun Gambir, disarankan menghindari ruas jalan di sekitar Monas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas, menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, mematuhi pengaturan lalu lintas yang berlaku, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," ujar Budi.

Adapun rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan sebagai berikut:

Dari arah utara:

  1. Harmoni menuju Tugu Tani melalui Jalan Ir H Juanda–Jalan Pos–Jalan Gedung Kesenian–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Lapangan Banteng Barat–Jalan Taman Pejambon–Jalan Medan Merdeka Timur–Jalan M.I. Ridwan Rais, dan seterusnya.
  2. Harmoni menuju Stasiun Gambir melalui Jalan Ir H Juanda–Jalan Suryopranoto–Jalan Balikpapan–Jalan Cideng Timur–Jalan Jati Baru Raya–Jalan Kebon Sirih–Jalan M.I. Ridwan Rais, dan seterusnya.

Dari arah selatan:

  1. Bundaran HI menuju Harmoni melalui Jalan MH Thamrin–Jalan KH Wahid Hasyim–Jalan KH Mas Mansyur–Jalan Cideng Barat–Jalan Cideng Timur–Jalan Jati Baru Raya–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit, dan seterusnya. Alternatif lain melalui Jalan MH Thamrin–Jalan Budi Kemuliaan–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit, dan seterusnya.
  2. Bundaran HI menuju Senen melalui Jalan MH Thamrin–Jalan KH Wahid Hasyim–Jalan KH Mas Mansyur–Jalan Cideng Barat–Jalan Cideng Timur–Jalan Jati Baru Raya–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit–Jalan Ir H Juanda–Jalan Pos–Jalan Dr Sutomo–Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.

Dari arah barat:

  • Tanah Abang menuju Tugu Tani melalui Jalan Jati Baru Raya–Jalan Kebon Sirih, dan seterusnya.

Dari arah timur:

  1. Tugu Tani menuju Tanah Abang melalui Jalan M.I. Ridwan Rais–Jalan Medan Merdeka Selatan sisi selatan–Jalan Budi Kemuliaan, dan seterusnya.
  2. Tugu Tani menuju Harmoni melalui Jalan M.I. Ridwan Rais–Jalan Medan Merdeka Selatan sisi selatan–Jalan Budi Kemuliaan–Jalan Abdul Muis–Jalan Majapahit, dan seterusnya.
  3. Kramat-Salemba menuju Tanah Abang melalui Jalan Kramat Raya–Jalan Pasar Senen–Jalan Gunung Sahari Raya–Jalan Budi Utomo–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Katedral–Jalan Ir H Juanda–Jalan Suryopranoto, dan seterusnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Pertamax Turun jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
• 12 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN soal Putusan MK Larang Anggaran Pendidikan buat MBG: Kami Ikuti Keputusan Negara
• 21 jam lalu
0
thumb
Indonesia Kirim 432 Atlet di 35 Cabor untuk Asian Games 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Fokus Go Regional, Chandra Asri Kantongi Pendapatan USD5,3 Miliar di Semester I-2026
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.