HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) memperingati Dies Natalis ke-65 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan mengusung tema “65 Tahun Mengabdi: Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri”.
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang UNM sejak berdiri sebagai bagian dari FKIP Universitas Hasanuddin pada 1961 hingga berkembang menjadi perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) yang terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof Farida Patittingi menegaskan, peringatan Dies Natalis ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan masa depan.
“Dalam usia ke-65 ini, UNM terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang tangguh, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Seluruh capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dan para mitra yang terus mendukung pengembangan UNM. Ke depan, kami akan memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta tata kelola agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam satu tahun terakhir UNM berhasil mencatatkan sejumlah capaian penting di bidang akademik dan kelembagaan.
Sebanyak 72 program studi atau sekitar 50 persen dari total 143 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Selain itu, 12 program studi sarjana memperoleh pengakuan internasional melalui akreditasi ASIIN.
Di bidang riset, alokasi dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp43 miliar. UNM juga menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan jumlah proposal penelitian terbanyak yang lolos pendanaan dari Kemendikti Saintek.
Prestasi mahasiswa pun terus meningkat. UNM menempati peringkat keempat nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Mahasiswa UNM juga berhasil meraih Juara I Program Sarjana pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat LLDIKTI Wilayah IX.
Dalam mendukung transformasi digital, UNM meluncurkan sejumlah sistem terintegrasi, di antaranya Sistem Aplikasi Keuangan (SAKU), SI-ASET untuk pengelolaan aset, serta I-REMUN sebagai sistem penilaian kinerja pegawai. Seluruh layanan tersebut diarahkan menuju sistem data terpadu melalui konsep One UNM Data.
UNM juga menghadirkan program percepatan studi (Fast Track) yang memungkinkan mahasiswa berprestasi menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister dalam waktu lima tahun dengan keringanan biaya pendidikan sebesar 50 persen.
Di sisi lain, kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) diperkuat melalui kerja sama dengan Google Indonesia. Sebanyak 700 sivitas akademika mengikuti pelatihan dan sertifikasi Gemini Academy sebagai bagian dari peningkatan kompetensi digital.
Farida mengatakan, berbagai capaian tersebut akan menjadi fondasi pelaksanaan agenda strategis UNM periode 2026–2028.
“Kami telah menetapkan sepuluh agenda strategis yang menjadi arah pengembangan UNM ke depan, mulai dari percepatan akreditasi internasional, penguatan riset yang berdampak, transformasi kurikulum masa depan, pembentukan Student Success Command Center, hingga pengembangan Green and Safe Multicampus melalui tata kelola digital terintegrasi berbasis One UNM Data. Semua ini kami lakukan untuk memastikan UNM semakin adaptif terhadap perubahan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun UNM menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, kampus merupakan “dapur” lahirnya sumber daya manusia cerdas yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.
“Semoga UNM terus melahirkan inovasi yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing, serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan,” harapnya. (wid)






Komentar (0)