"Biarin Turun Kasta" Pengendara Motor Tetap Pilih Pertalite meski Harga Pertamax Turun

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengendara memilih beralih ke bahan bakar minyak (BBM) yang lebih murah meski harga beberapa jenis Pertamax turun mulai 1 Agustus 2026.

Salah satu pengendara sepeda motor, Wiwi (23), mengaku sudah berhenti menggunakan Pertamax sejak pertama kali harganya naik.

"Pas awal naik udah enggak pakai lagi Pertamax. Udah lah, pakai Pertalite aja, turun kasta enggak apa-apa," ungkap Wiwi saat ditemui Kompas.com di SPBU Minangkabau, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Harga Pertamax Turbo Turun Rp 1.000, Warga: Masih Sangat Mencekik

Menurut Wiwi, penurunan harga Pertamax RON 92 sebesar Rp 300 per liter yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 belum cukup menarik dirinya untuk kembali menggunakan BBM tersebut.

Karena itu, ia memilih tetap menggunakan Pertalite demi menghemat pengeluaran.

Baca juga: Resmi, Ini Harga BBM Per 1 Agustus 2026, Pertamax Series Kompak Turun

Hal serupa disampaikan pengendara motor lainnya, Tuti (29), yang juga sementara waktu beralih ke Pertalite.

"Karena kalau Pertamax biasa turunnya masih Rp 300, ya, tetap Pertalite dulu aja lah, meski tahu bakal bikin mesin motor lebih cepat kotor," ucap Tuti.

Menurut Tuti, jika tetap menggunakan Pertamax, biaya yang harus dikeluarkan untuk mengisi penuh tangki motornya menjadi lebih besar.

Jika sebelumnya ia hanya mengeluarkan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 untuk mengisi penuh tangki, kini biayanya naik mencapai Rp 80.000.

"Kan bedanya lumayan Rp 20.000-an, mendingan buat jajan atau makan seporsi," ungkap dia.

Hal senada disampaikan pengendara motor lainnya, Feri (26). 

Feri mengatakan, penurunan harga pertamax Turbo dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter belum cukup membuat dia beralih kembali ke BBM jenis itu.

"Saya beralih ke Pertamax biasa, berhenti dulu menggunakan Pertamax Turbo," ucap Feri.

Padahal, berdasarkan spesifikasi mesin motornya, Feri seharusnya menggunakan Pertamax Turbo karena memiliki rasio kompresi yang tinggi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, ia tidak lagi sanggup membeli Pertamax Turbo karena harganya masih terlalu mahal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Orang Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung Terkait TPPU Febrie Adriansyah
• 17 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Digitalisasi Perizinan Angkut Satwa dan Tumbuhan lewat PeSATS
• 8 jam lalu
0
thumb
Kapal Angkut Barang Tenggelam Dihantam Ombak, 8 ABK Terombang-ambing di Tengah Laut
• 12 jam lalu
0
thumb
MK Tegaskan Anggaran Pendidikan Tak Boleh Tergerus MBG, Hetifah: Jangan Kurangi Hak Belajar
• 4 jam lalu
0
thumb
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 1 Agustus 2026, Mana Paling Murah?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.