Pantau - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai langkah menjalankan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Pasaman Barat Masuk Daerah Prioritas Pembangunan SNTBupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan NPHD ditandatangani bersama Kemendikdasmen di Tangerang, Banten, pada Kamis (30/7).
“NPHD telah kita tandatangani pada Kamis (30/7) di Tanggerang, Banten bersama Kemendikdasmen. Mudah-mudahan SNT segera hadir di Pasaman Barat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Pasaman Barat menjadi satu dari 16 kabupaten dan kota di Indonesia yang telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi pembangunan SNT.
Program tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Program SNT merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia,” katanya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, yang berstatus hak milik dan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah.
Lokasi tersebut telah melalui asesmen dan verifikasi Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen serta dinyatakan layak menjadi lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.
Ditargetkan Dibangun dengan Dana APBNYulianto mengatakan kawasan SNT akan dilengkapi ruang belajar, asrama, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten dan kota pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per daerah yang sepenuhnya bersumber dari APBN melalui Kemendikdasmen.
Proses tender fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan lengkap.
Saat ini Pemkab Pasaman Barat masih menyelesaikan dua dokumen, yakni sertifikat pemecahan lahan dan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
“Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran SNT diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing," harapnya.
Ia menambahkan pembangunan SNT juga diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan sektor jasa dan perdagangan, serta memberi kesempatan bagi anak-anak Pasaman Barat memperoleh pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah.





Komentar (0)