UMI Gelar Executive Strategic Summit 2026, Percepat Transformasi Menuju 2030 dan Resmikan Prodi Doktor Teknik Sipil

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengawali langkah besar menuju target UMI 2030 dengan menggelar UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil.

Forum strategis itu menjadi momentum menyatukan arah kebijakan seluruh pimpinan universitas, utamanya dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Berlangsung di Auditorium Al Jibra UMI. Sabtu-Minggu, 1–2 Agustus 2026

Selain menjadi forum penyusunan arah strategis universitas, pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil menandai komitmen UMI dalam memperkuat jenjang pendidikan doktoral sekaligus meningkatkan kapasitas riset di bidang infrastruktur dan pembangunan.

Kehadiran program studi baru tersebut diharapkan menjadi salah satu motor penguatan daya saing UMI menuju perguruan tinggi bereputasi internasional.

Ketua Panitia UMI ESS 2026 sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Sumber Daya Pembelajaran UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, ST, MT, IPU, ASEAN Eng., menegaskan sesuai tema “Transformasi Menyeluruh Menuju UMI 2030: Satu Data, Satu Arah, Satu Kecepatan, Satu Peradaban”.

“Kegiatan ini diikuti 177 peserta yang berasal dari jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, direktur program pascasarjana, dekan, wakil dekan, ketua lembaga, direktur rumah sakit, kepala biro, kepala UPT hingga ketua program studi,” tuturnya.

Kata dia, UMI ESS bukan sekadar perubahan nama dari rapat kerja tahunan. Menurutnya, yang berubah adalah paradigma dalam menyusun kebijakan dan strategi universitas.

“Kalau hanya membuat daftar program, sebenarnya bisa dilakukan di kantor masing-masing. Tetapi kita berkumpul di sini karena UMI membutuhkan kesamaan arah, kesamaan data, dan kesamaan kecepatan dalam bekerja. Jadi level kegiatan ini bukan lagi rapat kerja biasa,” ujar Prof. Dirgahayu.

Ia menekankan bahwa setiap program yang dirancang tidak lagi berorientasi pada banyaknya kegiatan, melainkan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi sivitas akademika maupun masyarakat.

Karena itu, forum tersebut diarahkan untuk menghasilkan solusi yang memiliki target, penanggung jawab, serta indikator keberhasilan yang jelas.

“Kita tidak hanya bertanya apa kegiatan tahun depan, tetapi masalah apa yang harus diselesaikan, siapa yang bertanggung jawab, kapan selesai, dan apa manfaatnya bagi UMI,” katanya.

Menurut Prof. Dirgahayu, pelaksanaan forum sengaja dibuat efektif dan efisien dengan mengurangi seremoni agar seluruh waktu digunakan untuk diskusi substansial.

Ia berharap keputusan yang lahir selama dua hari pelaksanaan mampu menjadi pijakan utama perjalanan UMI hingga beberapa tahun mendatang.

“Kegiatannya boleh ringkas, tetapi keputusannya harus besar. Bukan menghasilkan dokumen yang tebal, tetapi arah yang jelas, daftar solusi, dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat,” tegasnya.

Kehadiran seluruh unsur pengambil keputusan diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan yang dihasilkan.

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, mengatakan perguruan tinggi akan tertinggal apabila masih mengandalkan cara-cara lama dalam menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, transformasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar perguruan tinggi tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat.

“Universitas akan tertinggal ketika merasa cara lama masih cukup untuk menghadapi masa depan yang sudah berubah. Karena itu kita harus belajar membaca perubahan, mengambil keputusan dengan cepat, dan memimpin transformasi,” ujarnya.

Prof. Hambali menambahkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi diukur dari banyaknya program atau dokumen perencanaan yang dimiliki.

“Yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat,” ucapnya.

Dalam forum tersebut, Rektor juga kembali memperkenalkan konsep UMI Connection, yakni budaya kerja baru yang mengedepankan integrasi data, kolaborasi lintas unit, dan pelayanan berbasis digital.

“Melalui konsep tersebut, seluruh keputusan strategis diharapkan lahir dari data yang sama sehingga pelaksanaan program berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, mengingatkan bahwa cita-cita menjadikan UMI sebagai perguruan tinggi berkelas dunia memerlukan komitmen bersama.

Menurutnya, semangat “Satu Data, Satu Arah, Satu Peradaban” harus diwujudkan dalam setiap kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Menuju world class university bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu seluruh program yang disusun harus benar-benar diwujudkan dan dipertanggungjawabkan demi kemajuan UMI di masa depan,” katanya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, menilai transformasi pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berbicara mengenai digitalisasi, tetapi juga perubahan budaya organisasi dan tata kelola.

Perguruan tinggi, kata dia, dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat melalui penguatan sistem Smart Islamic Digital yang menjadi fondasi transformasi kelembagaan.

“Melalui UMI Executive Strategic Summit 2026 dan pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil, UMI menegaskan komitmennya membangun tata kelola yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis data,” tuturnya.

Kata Andi Lukman,hasil forum ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam mempercepat perguruan tinggi yang unggul, bereputasi global, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.(wis)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cetak Kreator Inspiratif, LKBN ANTARA Gelar Bootcamp Content Creator
• 2 menit lalu
0
thumb
Gelombang Massa Pesilat Datangi Markas DC di Surabaya, Sempat Lempari Batu-Botol
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengamat Nilai Kewajiban Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun Berpotensi Ganggu Iklim Investasi
• 52 menit lalu
0
thumb
Festival Bunga dan Buah 2026 Jadi Ajang Promosi Hasil Alam dan Pariwisata Karo | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalu
0
thumb
Jelang Muktamar, Eks Ketua PBNU: Pemilihan Pimpinan NU Bukan Sekadar Election
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.