Malaysia Jadi Korban Gibran Rp 881 M, Ini Pernyataan PM Anwar Ibrahim

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa dana pensiun Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), ikut terdampak dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan startup agritech asal Indonesia, eFishery.

Menurut Anwar, eFishery diketahui melakukan manipulasi terhadap laporan keuangannya. Akibat hal tersebut, KWAP bersama sejumlah investor global yang tergabung dalam konsorsium mengalami kerugian dalam jumlah besar. Dana yang telah ditanamkan KWAP di perusahaan yang didirikan Gibran Huzaifah itu mencapai hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 881 miliar.

Baca: Pengadilan Pangkas Hukuman Gibran Jadi Hanya 6 Tahun Penjara!

"Keputusan (investasi) tersebut melalui proses evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," ujar Anwar dalam jawaban tertulis di Parlemen Malaysia, dikutip Sabtu (1/8/2026).


Anwar menambahkan, sebelum melakukan penyuntikan modal, konsorsium investor termasuk KWAP telah melakukan uji tuntas (due diligence) secara independen untuk memastikan seluruh informasi valid.

Deretan Raksasa Global Turut Dikecewakan

Anwar menegaskan bahwa dana pensiun KWAP bukan satu-satunya lembaga finansial besar yang terjebak. Sejumlah investor institusi global dan dana teknologi terkemuka dunia juga menyalurkan modal ke eFishery, di antaranya Temasek, SoftBank, 42XFund dan Northstar.

"Namun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar.

Sebagai informasi, pada 2023 eFishery berhasil mengamankan pendanaan Seri D senilai US$ 200 juta. Dari total dana segar tersebut, KWAP tercatat menyuntikkan dana sebesar US$ 47,7 juta (sekitar RM 194,35 juta).

Pernyataan ini disampaikan Anwar untuk merespons pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, yang mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban serta pengawasan dewan direksi dan manajemen senior KWAP atas investasi bernilai jumbo tersebut.

Menanggapi hal itu, Anwar memastikan konsorsium investor telah menempuh jalur hukum untuk memulihkan dana yang telah diinvestasikan. Di samping itu, audit internal menyeluruh telah dilakukan dan diserahkan kepada dewan KWAP.

"KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap investasi di masa depan," pungkas Anwar.

Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara

Kasus rekayasa keuangan startup unicorn ini berujung pada meja hijau. Pada April lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, atas tuduhan manipulasi laporan keuangan dan tindak pidana pencucian uang.

Baca: Anwar Ibrahim Ungkap Korban Gibran, Rp 880 Miliar Hilang

Selain pidana kurungan, Gibran dikenakan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan. Dua rekannya, Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi, turut terseret dalam skandal ini.

Praktik kecurangan eFishery pertama kali terbongkar dari laporan whistleblower dan temuan investigasi independen FTI Consulting, yang mengindikasikan pemalsuan pendapatan hingga hampir US$ 600 juta. Laporan investigasi internal Bareskrim Polri dan media DealStreetAsia pada akhir 2024 mengonfirmasi adanya penggelembungan dana sistematis yang dilakukan manajemen puncak sejak awal tahun 2024.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Radja Siap Gelar Konser 25 Tahun Berkarya, Hadirkan Konsep Intimate
• 1 jam lalu
0
thumb
Prediksi Pertandingan Persija vs PSMS: Arlyansyah-Loncar Ancaman Ayam Kinantan
• 2 jam lalu
0
thumb
DPR Masih Godok RUU Perampasan Aset, Jangan Terpancing Hoaks!
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Hitung Tambahan Dana Transfer ke Daerah, Purbaya Tunggu Arahan Presiden Prabowo
• 16 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Batal Mutasi Pegawai yang Main HP saat Rapat ke Papua, Jadinya ke Sulsel
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.