Tumpahan Oli Cemari Pantai Tiga Desa di Kupang, Budidaya Rumput Laut Diduga Terdampak

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wilayah pantai di tiga desa di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan tercemar tumpahan oli yang diduga berasal dari proses pengangkatan bangkai kapal MV Kuala Mas oleh PT Nusalindo di Perairan Bolok.

Camat Semau Morifali Y.E. Mesakh melaporkan pencemaran tersebut telah mengenai Desa Hansisi, Desa Huilelot, dan Desa Uiasa.

"Minyak juga dilaporkan terus bergerak menuju wilayah pesisir Desa Letbaun dan Desa Batuinan," ungkap Morifali.

Tumpahan Diduga Berasal dari Pengangkatan Bangkai Kapal

Morifali melalui surat laporan kepada Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang meminta pemerintah segera meninjau dan mengkaji dampak pencemaran yang diduga merusak kawasan budidaya rumput laut milik masyarakat.

Laporan tertanggal 31 Juli 2026 itu disampaikan setelah terjadi tumpahan minyak yang diduga berasal dari pekerjaan pengangkatan bangkai kapal MV Kuala Mas.

Berdasarkan laporan sementara PT Nusalindo, insiden terjadi pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 12.05 WITA saat proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung.

Perusahaan kemudian menghentikan sementara kegiatan tersebut dan melakukan penanganan darurat dengan memasang oil boom, menggunakan bahan penyerap minyak, menyemprotkan oil dispersant, serta melakukan pembersihan di lokasi.

Pemeriksaan bawah air pada 30 Juli 2026 menemukan kebocoran minyak di bagian bawah Cargo Hold Nomor 3 yang diduga menjadi sumber tumpahan.

Pembersihan dilakukan bersama masyarakat di sekitar Dermaga Hansisi dan Pantai Kalnaok pada 30 Juli, kemudian dilanjutkan pada 31 Juli hingga Sabtu (1/8) di sejumlah titik pantai Desa Huilelot dan Desa Uiasa.

Dampak Terus Didata

Tumpahan minyak diduga berdampak pada kawasan budidaya rumput laut di sepanjang pesisir Pantai Tahasa, Katabak hingga Batuhopon dengan panjang sekitar enam kilometer.

Morifali mengatakan luas lahan budidaya yang mengalami kerusakan masih dalam proses pendataan, sementara pihak perusahaan disebut belum memberikan tanggapan terkait penanganan kerugian masyarakat.

Kepala Balai Pengelola Kelautan Kupang Imam Fauzi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup NTT untuk menangani persoalan tersebut.

"Untuk saat ini pencemaran laut itu diduga akibat pengangkatan bangkai kapal," ujarnya.

Imam menambahkan pihaknya masih mendata luas sebaran pencemaran karena terdapat kekhawatiran wilayah lain di sekitar lokasi juga terdampak.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tampil di Meet Nite Fest, Bahlil Bagikan Pesan Motivasi ke Gen Z
• 15 jam lalu
0
thumb
Fokus Go Regional, Chandra Asri Kantongi Pendapatan USD5,3 Miliar di Semester I-2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Indonesia tempati posisi kedua klasemen sementara Grup A Piala AFF
• 10 jam lalu
0
thumb
Malik Bawazier Dilaporkan Atas Dugaan Perzinaan, Cut Keke Ungkap Kondisi Rumah Tangganya
• 24 menit lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Vs Timor Leste, John Herdman Disarankan Pasang Cahya Supriadi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.