707 Siswa dan Guru di Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Penyebab Diselidiki

kompas.id
16 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Sebanyak 707 siswa dan guru di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah mengeluhkan gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis atau MBG pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, puluhan orang sempat dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

Peristiwa itu bermula ketika pada Jumat pukul 10.30 WIB, para siswa dan guru di sekolah itu mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare usai menyantap MBG. Pihak sekolah lantas menghubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang dan puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Halmahera di Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur.

Tak lama setelah itu, tiga ambulans dan sejumlah tenaga medis tiba di sekolah kemudian pemeriksaan dilakukan kepada para siswa dan guru. Keluhan para siswa dan guru itu, disebut Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, sudah ditangani. Namun, para orangtua yang khawatir memilih untuk membawa anak-anak mereka ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

“Yang sempat dirawat di puskesmas dan rumah sakit ada 42 orang,” kata Berti saat dihubungi, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga803 Orang Keracunan MBG di Grobogan, Puluhan Orang Masih Rawat Inap

Hingga Sabtu ini, hari masih dua orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro. ”Kami masih menunggu perkembangan data selanjutnya karena ini kami masih mencoba menghubungi dan melakukan kunjungan ke rumah sakit,” tambahnya.

Berti mengaku belum mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Namun, gejala itu muncul usai para siswa dan guru menyantap menu MBG pada Jumat. MBG hari ini berisi nasi, rendang ayam, tahu krispi, sayur daun singkong, dan pisang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam mengatakan, setelah menerima laporan terkait dugaan keracunan, pihaknya langsung mengirimkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan medis, melakukan penelusuran epidemiologi, serta mengambil sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium.

“Fokus kami memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," ucap Hakam dalam keterangannya, Jumat malam.

Menurut Hakam, perkembangan penyelidikan epidemiologi maupun hasil pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara berkala setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. Hasil pemeriksaan itu diperkirakan diketahui dalam waktu 3 pekan.

Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.

Hakam menyebut, pihaknya juga masih terus memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan maupun yang sedang diobservasi. Selain itu, pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak juga dilakukan. Sehingga, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Dinkes Kota Semarang juga disebutnya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Semarang Timur, serta Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri. Yayasan tersebut yang membawahi SPPG penyuplai MBG ke SMKN 6 Semarang.

Baca JugaRatusan Warga di Demak Keracunan Seusai Santap MBG, Puluhan Masih Dirawat

“Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan,” ujar Hakam.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahagia Usai Melahirkan Anak Pertama, Shenina Cinnamon Ungkap Proses Persalinan Normal Tanpa Jahitan
• 17 jam lalu
0
thumb
Lewat Little Explorers, KALLA Perkuat Kedekatan Keluarga dan Tumbuhkan Semangat Belajar Anak
• 19 jam lalu
0
thumb
Polytron Kasih Bundling Modifikasi G3+ Special Collaboration, Diskon Tembus 50%
• 10 jam lalu
0
thumb
Longsor Salju di Puncak Tertinggi ke-12 di Dunia Menyebabkan Pendaki Gunung Purja dan 10 Anggota Timnya Hilang
• 12 jam lalu
0
thumb
Gerindra Optimistis Kepuasan Publik atas Pemerintahan Prabowo Naik Lagi
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.