VIVA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dalam beberapa bulan terakhir membuat biaya mobilitas masyarakat ikut meningkat. Di Jakarta misalnya, harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional kendaraan semakin menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari.
Karena itu, saat membeli motor banyak orang kini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga di brosur. Biaya yang benar-benar dikeluarkan pemilik kendaraan justru muncul setelah motor mulai digunakan, mulai dari pengeluaran untuk bahan bakar atau listrik, servis berkala, hingga penggantian komponen. Inilah yang dikenal sebagai Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan.
Konsep TCO semakin penting di era kendaraan listrik. Berbeda dengan motor bensin yang membutuhkan pergantian oli mesin, filter udara, busi, hingga perawatan sistem pembakaran secara berkala, motor listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit sehingga biaya servis cenderung lebih rendah. Selain itu, biaya energi listrik juga umumnya lebih murah dibanding penggunaan BBM untuk jarak tempuh yang sama.
Informasi yang didapatkan VIVA Otomotif dari VinFast menunjukkan bahwa biaya energi motor listriknya sekitar Rp48 per kilometer, sedangkan motor bensin mencapai sekitar Rp222 per kilometer. Dalam simulasi penggunaan 14.400 kilometer per tahun, biaya energi motor bensin diperkirakan mencapai Rp3,2 juta, sementara VinFast sekitar Rp690 ribu. Ditambah biaya perawatan yang lebih rendah, total pengeluaran tahunan VinFast diperkirakan sekitar Rp840 ribu atau lebih hemat sekitar Rp3,36 juta dibanding motor bensin.
Namun, tidak semua motor listrik menawarkan skema kepemilikan yang sama. Di sinilah VinFast dan Polytron memiliki pendekatan yang berbeda. VinFast menawarkan opsi pembelian baterai secara terpisah maupun battery subscription dengan dua opsi fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Selain home charging, VinFast juga menyediakan sistem battery swapping, sedangkan Polytron menawarkan skema Battery as a Service (BaaS) dengan biaya langganan bulanan atau pembelian baterai secara terpisah.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, sistem battery swapping memberikan keuntungan karena baterai dapat ditukar dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses pengisian daya. VinFast juga memberikan fasilitas gratis battery swapping selama satu tahun dengan batas maksimal 20 kali penukaran setiap bulan, sehingga pengguna dapat menikmati biaya operasional yang lebih ringan pada masa awal kepemilikan.






Komentar (0)