Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiagakan truk tangki air di tiga posko strategis guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan selama musim kemarau 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kementeriannya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung.
"Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026 melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan," ujarnya.
Tiga Posko Disiapkan untuk Operasi PemadamanKementerian PU menyebut dukungan sarana dan prasarana dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per 29 Juli 2026, tercatat 2.141 titik panas dan 381 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 994,30 hektare.
Wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga perbatasan Kota Banjarmasin menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi akibat dominasi lahan gambut, semak belukar, dan lahan terbuka.
Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyiagakan tiga unit truk tangki air berkapasitas 4.000 liter per unit atau total 12.000 liter.
Armada tersebut ditempatkan di Posko BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kota Banjarbaru, dan BPBD Kabupaten Banjar untuk mendukung operasi pemadaman darurat.
Perkuat Sinergi Penanggulangan BencanaKementerian PU juga mengoptimalkan jaringan irigasi, pengeboran air tanah, serta distribusi air bersih sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan sumber daya air.
"Total kapasitas air yang kami siapkan mencapai 12.000 liter untuk mendukung operasi penanganan darurat. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan agar distribusi bantuan dan dukungan di lapangan dapat berjalan secara cepat, tepat, dan efektif," ungkap Kepala BPBPK Kalimantan Selatan Denny Surya Martha.
Denny menegaskan keberhasilan penanggulangan karhutla bergantung pada sinergi antarlembaga dan kecepatan respons di lapangan sehingga BPBPK akan terus mendukung penyediaan sarana sesuai kebutuhan.
Kementerian PU menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan bencana melalui penyediaan infrastruktur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna menekan dampak karhutla di Kalimantan Selatan.





Komentar (0)