Empat Negara Arab Desak Israel Patuhi Kesepakatan Perdamaian Gaza

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Riyadh: Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Kuwait menyambut baik komitmen melanjutkan ke tahap berikutnya dari rencana perdamaian komprehensif di Jalur Gaza.

Keempat negara juga mendesak Israel mematuhi seluruh isi kesepakatan, menarik pasukannya dari Gaza, serta memastikan bantuan kemanusiaan mengalir tanpa hambatan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama Board of Peace (BoP) mengumumkan dimulainya tahap lanjutan dari rencana gencatan senjata Gaza.

BoP merupakan salah satu lembaga yang dibentuk dalam kerangka pemerintahan transisi Gaza yang diadopsi Gedung Putih pada 16 Januari. Lembaga itu bekerja bersama Gaza Executive Council, Palestinian National Administration Committee, dan International Stabilization Force.

Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 1 Agustus 2026, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut apa yang disebut sebagai "kesepakatan bersejarah" terkait proses perlucutan senjata di Gaza.

Riyadh juga mengapresiasi upaya mediasi Mesir, Qatar, Türkiye, Amerika Serikat, Board of Peace, serta seluruh mitra yang terlibat dalam tercapainya kesepakatan tersebut. Mengakhiri Penderitaan di Gaza Arab Saudi menegaskan kembali komitmennya terhadap implementasi penuh rencana perdamaian yang didukung Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803. Riyadh menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh tahapan sesuai jadwal yang jelas, kredibel, bersifat final, dan tidak dapat dibatalkan.

Pemerintah Saudi juga menyerukan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, penempatan International Stabilization Force, kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan, serta dukungan terhadap proses rekonstruksi.

Selain itu, Riyadh menilai kembalinya Otoritas Palestina ke Gaza dan terjaganya kesatuan wilayah Palestina yang diduduki menjadi faktor penting bagi keberhasilan proses perdamaian.

Sementara itu, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya.

Dalam percakapan tersebut, Sheikh Mohammed menyambut keputusan Hamas menerima peta jalan implementasi tahap kedua perjanjian dan berharap langkah tersebut dapat membantu mengakhiri penderitaan warga Palestina di Gaza.

Qatar juga meminta masyarakat internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel agar memenuhi seluruh kewajibannya dalam kesepakatan tersebut serta menghentikan pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina. Dukungan Yordania dan Kuwait Yordania menyampaikan dukungan serupa dengan menyambut kesepakatan mengenai perlucutan senjata di Gaza dan penarikan pasukan Israel.

Amman memuji kepemimpinan Trump serta peran Mesir, Qatar, Türkiye, Board of Peace, dan para mediator lainnya dalam mencapai kesepakatan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan pentingnya penyelesaian seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah disepakati, termasuk penarikan penuh pasukan Israel, penempatan pasukan stabilisasi internasional, kelancaran bantuan kemanusiaan, dan percepatan rekonstruksi Gaza.

Kuwait juga menyampaikan dukungan terhadap implementasi penuh rencana perdamaian tersebut, termasuk penarikan pasukan Israel, keberlanjutan bantuan kemanusiaan, proses rekonstruksi, serta kembalinya Otoritas Palestina untuk mengelola Gaza.

Sebelumnya pada Jumat, Board of Peace menerbitkan dokumen berjudul A Roadmap for Completing the Implementation of President Trump's Comprehensive Peace Plan in Gaza yang memuat mekanisme pelaksanaan tahap berikutnya, termasuk pengaturan keamanan, administrasi, dan pemerintahan transisi.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem kemudian mengumumkan bahwa kelompok tersebut menerima proposal para mediator untuk menyelesaikan seluruh tahapan yang tersisa dalam perjanjian gencatan senjata.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap roadmap tersebut. Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak rancangan kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" oleh Israel.

Baca juga: Trump Klaim Hamas Capai Kesepakatan Pelucutan Senjata Lengkap


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dewan Pakar Hoegeng Awards Beberkan Keunikan Polisi di Pedalaman
• 20 jam lalu
0
thumb
BNPB Catat 34 Bencana dalam 24 Jam, Karhutla Masih Mendominasi
• 4 jam lalu
0
thumb
Ribuan Imigran Ilegal Menyeberang dengan Berenang, Perbatasan Spanyol Menghadapi Krisis
• 5 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Tiga Jenis BBM per 1 Agustus
• 9 jam lalu
0
thumb
Penyelidikan Kasus Kematian Seorang Taruna Akpol Semarang Jelang Keberangkatan Latihan Integrasi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.